BANGSAONLINE.com - Di akhir musim 2025/26, Brad Stevens meraih penghargaan NBA Executive of the Year untuk kedua kalinya. Meskipun presiden bidang operasi bola basket Boston Celtics ini telah menerima penghargaan tersebut setelah musim 2023/24 berkat langkah-langkah transfernya yang agresif dan mencolok yang melibatkan Kristaps Porziņģis dan Jrue Holiday—yang membantu tim meraih gelar juara—kemenangan tahun ini memiliki karakter yang sama sekali berbeda. 1xBet Indonesia mengulas lebih dalam mengenai hal tersebut.
Sebelum dimulainya musim, Boston Celtics secara luas dianggap sebagai tim yang memasuki fase rekonstruksi. Cedera yang dialami Jayson Tatum pada playoff musim semi 2025 secara efektif mengakhiri harapan gelar juara dalam waktu dekat.
Robekan tendon Achilles merupakan salah satu cedera terparah dalam basket, yang umumnya membutuhkan waktu pemulihan sekitar satu tahun dan tidak menjamin kembalinya performa seperti semula secara instan.
Dalam konteks tersebut, sebagian besar analis memperkirakan Celtics akan merombak susunan pemain mereka dan berpotensi menerapkan strategi tanking untuk mengamankan pilihan draft yang tinggi. Sebaliknya, Stevens benar-benar membentuk kembali susunan pemain, dan tim ini tidak hanya melaju ke babak playoff, tetapi kini tampak sebagai favorit untuk setidaknya mencapai Final Wilayah Timur.
Dengan 56 kemenangan dari 82 pertandingan, Boston finis di posisi kedua di konferensi di bawah Detroit, namun pengalaman playoff mereka tetap menjadi keunggulan utama. Pelatih kepala Joe Mazzulla tahu cara menghadapi situasi bertekanan tinggi dan menjaga tim tetap tenang di momen-momen krusial. Suasana kandang di TD Garden bisa membuat lawan mana pun kewalahan. Namun, tanpa profesionalisme Stevens, semua hal ini takkan berarti apa-apa.
Alasan utama rekan-rekan manajernya memilih Brad lagi adalah kinerjanya yang luar biasa dalam CBA. Stevens menunjukkan keahliannya dalam keseimbangan keuangan dan menghemat sekitar $350 juta dalam bentuk pajak bagi franchise tersebut. Pemilik Boston, seperti pemilik 1xBet dan, tentu saja, setiap pemilik bisnis yang sukses, selalu berfokus pada pengeluaran yang bijaksana. Dan Stevens melakukan pekerjaan yang sangat baik dalam menghadapi tantangan tersebut.
Beginilah cara dia melakukannya.
1. Membebaskan ruang gaji pada musim panas 2025
Celtics melepas pemain inti yang mahal namun rentan cedera, Holiday dan Porziņģis. Keduanya memang berperan penting dalam meraih gelar juara, tetapi di NBA, keputusan bisnis pada akhirnya menjadi prioritas. Sebagai gantinya, Boston mendapatkan kontrak-kontrak yang lebih murah dan akan berakhir, dengan penambahan kunci berupa Anfernee Simons. Langkah ini saja diperkirakan menghasilkan penghematan pajak sebesar $150 juta.
2. Bertaruh pada pemain dengan kontrak berbiaya rendah
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




