Surabaya Raih Penghargaan Nasional Revitalisasi Bahasa Daerah, Program Kemis Mlipis Curi Perhatian

Surabaya Raih Penghargaan Nasional Revitalisasi Bahasa Daerah, Program Kemis Mlipis Curi Perhatian Salah satu program unggulan yang menjadi perhatian adalah “Kemis Mlipis”, yakni gerakan penggunaan bahasa Jawa di sekolah setiap hari Kamis. Foto: Hms

Menurutnya, regulasi tersebut menjadi landasan penting dalam memperkuat pembelajaran bahasa Jawa di lingkungan pendidikan formal sekaligus menjaga keberlangsungan budaya lokal di kalangan generasi muda.

Salah satu program unggulan yang menjadi perhatian adalah “”, yakni gerakan penggunaan bahasa Jawa di sekolah setiap hari Kamis. Program tersebut tidak hanya diterapkan dalam komunikasi sehari-hari, tetapi juga dikemas secara kreatif melalui konten interaktif yang rutin dibagikan di media sosial sekolah.

“Selama satu hari penuh, semua sekolah mengimplementasikan pembiasaan bahasa Jawa dengan berbagai kreativitasnya. Kami juga rutin melakukan sharing program inovatif melalui media sosial,” ujarnya.

Ke depan, berencana mengintegrasikan program pelestarian bahasa daerah secara lebih rapi dan sistematis, termasuk melalui kegiatan ekstrakurikuler di sekolah. Langkah tersebut dilakukan agar penggunaan bahasa daerah tidak hanya menjadi program seremonial, tetapi juga menjadi bagian dari budaya belajar siswa sehari-hari.

Menurut Febri, pendekatan berbasis kreativitas menjadi strategi penting agar generasi muda tetap dekat dengan bahasa daerah tanpa merasa terbebani.

Selain program , juga rutin menggelar Festival Tunas Bahasa Ibu yang diikuti pelajar dengan berbagai cabang lomba berbasis budaya dan bahasa Jawa. Di antaranya lomba nembang, ndongeng, maca geguritan, karawitan, dhagelan tunggal, menulis cerkak, pidato, hingga menulis aksara Jawa.

“Melalui berbagai kegiatan ini, kami ingin anak-anak semakin mencintai bahasa dan budaya daerahnya,” pungkasnya. (ari/rev)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO