Kapal kontainer MSC Francesca yang tertahan di selat Hormuz
Moksin menjelaskan, Desa Lajing dikenal sebagai desa pelaut. Sekitar 90 persen laki-laki di desa tersebut bekerja di sektor pelayaran dan merantau ke berbagai wilayah.
Karena itu, setiap kali muncul persoalan yang menimpa ABK asal desa tersebut, warga biasanya menghubungi dirinya untuk meminta bantuan.
Selain menjabat sebagai kepala desa, Moksin juga merupakan mantan pelaut dan pernah bekerja di bidang keagenan pelayaran.
Ia mengaku terus berkoordinasi dengan pihak imigrasi dan agency di Cirebon untuk membantu mencari solusi atas kondisi yang dialami ketiga ABK tersebut.
Sementara itu, keluarga para ABK masih berharap mereka dapat segera kembali berlayar atau pulang dengan selamat setelah situasi memungkinkan.
“Agency-nya tidak diam, mereka bertanggung jawab. Saya paham betul posisi ABK karena pernah mengalami hal serupa,” tandasnya. (van)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




