M. Herindra
JAKARTA,BANGSAONLINE.com - Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) M. Herindra menanggapi ultimatum Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) Jawa Tengah yang menuntut pemerintah memperbaiki nilai tukar rupiah dan kondisi ekonomi nasional dalam waktu 18 hari.
Mahasiswa sebelumnya mendesak pemerintah segera mengambil langkah untuk memperbaiki nilai tukar rupiah serta kondisi perekonomian nasional dalam tenggat waktu yang telah ditetapkan.
BACA JUGA:
- Kasus BIN Palsu, Kiai Asep: Tim Gus Barra Jangan Coba-Coba Jual Beli Jabatan
- Berantas Tindak Pidana Pertanahan, Kementerian ATR/BPN Gandeng Menhan dan BIN
- Berlangsung Sengit, BIN Pasundan Sabet Juara Livoli Divisi Utama 2023 usai Kalahkan LavAni
- Gandeng BIN dan Dinkes, Lapas Pemuda Kelas IIA Madiun Gelar Vaksinasi Booster untuk Narapidana
Merespons ancaman aksi massa besar-besaran atau "Reformasi Jilid II" apabila tuntutan tersebut tidak dipenuhi, Herindra mengajak seluruh pihak untuk tetap mengedepankan persatuan dan stabilitas nasional.
"Ah yang penting kita semua harus menjaga ya, persatuan kesatuan," kata Herindra saat ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (11/6/2026).
Menurut Herindra, menjaga kondisi negara tetap kondusif merupakan kepentingan bersama yang harus diutamakan oleh seluruh elemen bangsa.
"Jangan sampai ada hal yang tidak menguntungkan bagi kita semua ya," tandasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News





