Kepala BIN Respons Ancaman Mahasiswa soal Reformasi Jilid II Jika Negara Tak Perbaiki Ekonomi

Kepala BIN Respons Ancaman Mahasiswa soal Reformasi Jilid II Jika Negara Tak Perbaiki Ekonomi M. Herindra

JAKARTA,BANGSAONLINE.com - Kepala Badan Intelijen Negara () M. Herindra menanggapi ultimatum Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) Jawa Tengah yang menuntut pemerintah memperbaiki nilai tukar rupiah dan kondisi ekonomi nasional dalam waktu 18 hari.

Mahasiswa sebelumnya mendesak pemerintah segera mengambil langkah untuk memperbaiki nilai tukar rupiah serta kondisi perekonomian nasional dalam tenggat waktu yang telah ditetapkan.

Merespons ancaman aksi massa besar-besaran atau "" apabila tuntutan tersebut tidak dipenuhi, Herindra mengajak seluruh pihak untuk tetap mengedepankan persatuan dan stabilitas nasional.

"Ah yang penting kita semua harus menjaga ya, persatuan kesatuan," kata Herindra saat ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (11/6/2026).

Menurut Herindra, menjaga kondisi negara tetap kondusif merupakan kepentingan bersama yang harus diutamakan oleh seluruh elemen bangsa.

"Jangan sampai ada hal yang tidak menguntungkan bagi kita semua ya," tandasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO