"Orang bilang Golkar, saya jamin Golkar akan tetap mengatakan suara rakyat suara Golkar. Jadi kalau Golkar menghentikan ini (Pencatutan nama Presiden dan Wapres), berhenti pakai suara rakyat suara Golkar," tegas JK.
JK menegaskan, rakyat menghendaki semua persoalan korupsi dan penyalahgunaan wewenang diselesaikan secara tuntas.
"Seperti itu. Masak Golkar, ini partai saya nih saya omongin karena penting ini jadi saya punya otoritas berbicara kan. Seperti itu," ucapnya JK.
Sebelumnya, Menjelang sidang Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) untuk adili Ketua DPR Setya Novanto (Setnov), Fraksi Golkar mengganti total perwakilannya di MKD. Tiga orang hasil rotasi Golkar tersebut justru menghambat proses peradilan etik di alat kelengkapan dewan DPR yaitu MKD.
Beberapa kader Golkar yang baru dirotasi ialah Hardisoesilo diganti Kahar Muzakir, Dadang Muchtar diganti Ridwan Bae, dan Budi Supriyanto diganti Adies Kadir. Di hari perdananya mengikuti rapat pleno MKD, mereka langsung bermanuver dengan keras dibantu oleh perwakilan dari Fraksi Gerindra dan PPP.
Salah satu dari mereka, Ridwan berusaha menganulir hasil rapat MKD sebelumnya. Ridwan ingin MKD kembali berdebat mengenai keabsahan legal standing Menteri ESDM Sudirman Said sebagai pelapor yang memakai kop surat kementerian. Tak hanya argumen semu yang dilontarkan, perwakilan Golkar juga berani menggebrak meja saat rapat pleno MKD.
Manuver dari perwakilan KMP tak hanya memperlambat kinerja MKD, mereka juga telah berhasil memunculkan wacana untuk mengambil keputusan melalui voting. (mer/rev)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




