Kasus Freeport: MKD Ancam Jemput Paksa Reza Chalid, Luhut Diminta Blak-blakan

Kasus Freeport: MKD Ancam Jemput Paksa Reza Chalid, Luhut Diminta Blak-blakan Luhut Binsar Pandjaitan. foto: detik.com

JAKARTA, BANGSAONLINE.com - Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Luhut Binsar Pandjaitan diminta blak-blakan terkait persoalan 'papa minta saham' yang tengah menjadi buah bibir. Meskipun di awal-awal Luhut terlihat santai ketika namanya acapkali disebut dalam rekaman 'papa minta saham', kini Luhut mengaku geram.

Akhirnya pada Senin (14/12) hari ini, Luhut akan bersaksi di Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD). "Kan yang disebut di rekaman itu Luhut. Luhut harus bisa bicara yang sebenar-benarnya," ucap Jones Batara Manurung dalam jumpa pers di salah satu kafe di Cikini, Jakarta Pusat, Minggu (13/12 dikutip dari detik.com.

Jones mengaku bernaung di bawah Komite Penyelamat Nawa Cita bersama dengan Viktor Sirait dan Osmar Tanjung. Mereka sebelumnya merupakan relawan-relawan pendukung pasangan Joko Widodo dan Jusuf Kalla saat pemilihan presiden dan wakil presiden tahun lalu.

Menurut Jones, Luhut harus menjelaskan posisinya lantaran namanya kerap muncul dalam rekaman 'papa minta saham'. Selain itu, sidang di MKD yang menghadirkan Luhut harus terbuka dan tidak ditutup-tutupi seperti yang terjadi ketika menyidangkan Setya Novanto beberapa waktu lalu.

"Luhut harus bicara apakah sebagaimana di rekaman itu benar atau tidak benar. Dalam pengertian apakah dia bagian dari apa yang disebutkan dalam rekaman atau tidak. Dia harus mengungkapkan apakah dia bagian konspirasi itu atau tidak. Kalau memang dia merasa dicatut, dia harus melakukan langkah hukum juga," sebut Jones.

Sebelumnya dalam jumpa pers di kantornya pada Jumat (11/12) kemarin, Luhut merasa diperlakukan tidak adil dalam pusaran kontroversi 'papa minta saham'. Namanya disebut 66 kali dalam rekaman yang berisi pembicaraan Ketua DPR Setya Novanto, pengusaha Reza Chalid, dan Presiden Direktur PT Indonesia Maroef Sjamsoeddin.

"Itu yang buat saya jadi lama-lama menyatakan kenapa ini enggak adil? Saya ingin orang yang bilang ini tunjukkan salah saya di mana! Saya terganggu, anak saya yang tentara aktif, saya sendiri, istri saya. Saya ingin berhadapan dengan orang-orang yang bilang ini. Jangan negeri ini dirusak berita tak benar!" tegas Luhut di Kantor Kemenko Polhukam, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Jumat (11/12).

Di sisi lain, Sidang MKD yang akan memeriksa Luhut Binsar Pandjaitan sebagai saksi, bakal dipimpin oleh Wakil Ketua MKD asal Gerindra Sufmi Dasco Ahmad. "Iya, yang jelas nggak drop lagi. Gua nggak pakai persiapan, ada di kepala gua pertanyannya," ucap Dasco, Sabtu (12/12) malam.

Dasco pada dua sidang sebelumnya memang sempat drop kesehatannya. Pertama saat sidang mendengar kesaksian Presdir PT Maroef Sjamsoeddin, dia drop dan datang terlambat. Lalu saat sidang Novanto, dia izin keluar lebih cepat untuk cek kesehatan.

Penentuan Dasco sebagai pimpinan sidang untuk saksi Luhut sesuai dengan giliran. Tiga pimpinan MKD lain sudah memimpin sidang, tersisa Dasco yang kebagian memimpin sidang meminta keterangan Luhut Pandjaitan.

"Nanti banyak hal yang akan ditanya, apalagi dia sudah press conference kemarin yang bisa jadi bahan bagi kita," ujar Wakil Ketua Umum Gerindra itu.

Sumber: detik.com/merdeka.com

Klik Berita Selanjutnya

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO