MASIH AMAN: Sungai Bengawan Solo yang melintasi Lamongan.
LAMONGAN, BANGSAONLINE.com - Sedikitnya enam kecamatan di Kabupaten Lamongan terancam banjir akibat luapan air Sungai Bengawan Solo. Hal itu diungkapkan Kasi Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lamongan, Jannata SMP, Rabu (27/1).
Menurut Jannata, sampai sejauh ini wilayah Kabupaten Lamongan yang dilintasi Sungai Bengawan Solo memang masih belum dalam status darurat banjir, melainkan baru sebatas siaga banjir. Namun demikian, apabila nanti sudah berstatus darurat banjir, maka enam kecamatan di wilayah Lamongan yang dilintasi aliran sungai sepanjang 548,53 kilometer, wajib waspada. “Kalau sudah darurat banjir ada 6 kecamatan wajib dijaga,” katanya.
BACA JUGA:
- Pemkab Lamongan Salurkan 54 Ton Beras dan Ribuan Paket Sembako untuk Warga Terdampak Banjir
- Banjir Luapan Bengawan Jero Lamongan Mulai Surut, Sejumlah Jalan Alami Kerusakan
- Sempat Surut, Banjir Bengawan Jero Kembali Genang Permukiman Warga Lamongan
- Jarang Banjir, Puluhan Rumah di Moropelang Lamongan Terendam Air Luapan Sungai
“Kalau banjir luberan Bengawan Solo yang diwaspadai ya Kecamatan Babat, Laren, Sekaran, Maduran, Karanggeneng dan Kalitengah,” terangnya.
Namun, kata Jannata, aliran air di Sungai Bengawan Solo masih saat ini belum sampai di atas ambang batas. “Masih aman, hanya memantau saja dari Kantor karena statusnya masih siaga banjir belum darurat banjir,” ungkapnya.
Menurutnya, kondisi permukaan air Sungai Bengawan Solo yang melintas di wilayah Lamongan belum mengalami kenaikan signifikan. Meski, di wilayah hulu-Solo, ada peningkatan curah hujan.
Jannata menambahkan, informasi yang diperoleh BPBD Kabupaten Lamongan, curah hujan akan mencapai puncaknya pada bulan depan. “Kata BMKG puncak hujan bulan Februari,” pungkasnya.(qom/rev)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




