Ahmad Dhani dan Ketua DPW PKB DKI Hasbiallah Ilyas. foto: kompas.com
"Karena setelah berita online keluar, banyak yang menelpon beri dukungan. Itu juga buat saya tambah semangat. Apakah warga Jakarta ingin saya jadi gubernur. Ataukah yang lama (tetap) jadi gubernur, itu kan saya belum tahu," ujar Dhani.
Ahmad Dhani sendiri merasa kaget pada 'pinangan' yang dilakukan oleh PKB. Dia berkata telah memiliki 'manajer' politik yang akan diajak berkoordinasi.
"Saya sebenernya belum tahu, karena sebulan yang lalu punya manajer politik orang NU juga. Salah satu tokoh pilkada," tutur Dhani.
"Kemarin sudah buat komitmen, tapi bukan untuk DKI. Nanti harus konsolidasi dengan beliau," ujar Dhani tanpa menyebutkan nama orang yang dimaksudkannya.
Dhani juga mengaku kaget dengan reaksi publik tentang pencalonannya. Sebab ia baru melakukan pertemuan dengan PKB di Selasa malam. "Semalam jam satu sampai jam empat ngobrol. Malem tidur, bangun-bangun udah ada kabarnya di berita online. Sudah ramai," ucap Dhani.
Sementara Anggota DPW PKB DKI Jakarta, Abdul Aziz menjelaskan alasan partainya berminat menjadikan musisi Ahmad Dani sebagai calon gubernur DKI Jakarta karena istri Mulai itu punya konsep pembangunan Jakarta.
"Dani memiliki talenta yang kebanyakan orang tidak miliki, yaitu kepemimpinan yang visioner dan akan berguna untuk membangun Jakarta," ujar Abdul, Rabu (10/2).
Selain itu, kata Abdul, Ahmad Dani memiliki modal awal dari segi popularitas. Dani hanya perlu berupaya untuk meningkatkan elektabilitasnya. “Ahmad Dani tetap harus mengikuti mekanisme partai jika benar ingin diusung oleh PKB.,” ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




