Gubernur Optimis DPRD Jatim Setuju SPAM Umbulan, Dewan Tetap Minta Waktu untuk Pembahasan

Gubernur Optimis DPRD Jatim Setuju SPAM Umbulan, Dewan Tetap Minta Waktu untuk Pembahasan Soekarwo

Pertimbangan lainnya, kata Hamy ada kesan DPRD sengaja dipetakompli karena dua kali Komisi D DPRD Jatim mengajak Dinas PU Pengairan sidak ke lokasi selalu mengelak dengan berbagai alasan. Namun ketika eksekutif butuh anggaran Rp.17 miliar untuk pendukung proyek SPAM justru mereka merengek-rengek.

Selain itu, dalam presentasi ke fraksi-fraksi DPRD Jatim, tim eksekutif tidak menjelaskan masalah Amdal SPAM karena masih ada adendum sehingga perlu disempurnakan. "Janjinya akhir April selesai tapi hingga Mei juga belum tuntas. Karena itu FPKS juga perlu masukan dari tim ahli terkait kajian Amdal karena proyek ini menyangkut banyak persoalan," jelas Hamy.

Dari sisi bagi hasil keuntungan juga masih perlu didiskusikan, sebab pihak ketiga (swasta) yang berinvestasi sebesar Rp 1,232 triliun setelah 25 tahun (BOT) keuntungannya menjadi Rp 1,9 triliun. Sebaliknya, pihak pemerintah baik pusat dan provinsi yang ikut andil dalam KPS SPAM sekitar Rp 1,1 justru hanya mendapat Rp.418 miliar.

"Dari komposisi modal hampir seimbang yaitu 59 % : 41%, tapi share keuntungan justru berbanding terbalik. Walaupun setelah 25 tahun nanti semua aset itu akan menjadi milik pemerintah sepenuhnya, itu perlu dibahas lebih terinci karena menyangkut penggunaan uang rakyat," dalih mantan Ketua DPW PKS Jatim ini.

Senada, Ketua Komisi D DPRD Jatim, Edy Paripurna juga mengaku akan meminta perpanjangan waktu untuk melakukan pembahasan detail terkait proyek KPS SPAM . "Proyek ini memang dibutuhkan masyarakat Jatim, tapi kalau nantinya justru menimbulkan persoalan baru di masyarakat tentu harus dipikir masak-masak sebelum memberikan persetujuan," pungkas politisi PDIP itu. (mdr)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO