Penumpang Tewas di Ketinggian, Lion Air Dilarang Tambah Extra Flight saat Mudik Lebaran

Penumpang Tewas di Ketinggian, Lion Air Dilarang Tambah Extra Flight saat Mudik Lebaran foto: shutterstock

SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Abdul Rahman (38 tahun), penumpang Lion Air, asal Masanuk, Kelayu, Lombok Timur, NTB, tewas saat terbang di ketinggian dari Banjarmasin menuju Surabaya.

Sekitar 30 menit sebelum mendarat, penumpang yang duduk di kursi tengah pesawat itu meregang nyawa. Melihat kakaknya tak bernyawa, Abdul Wahid, yang duduk bersebelahan dengan korban tak percaya jika kakaknya tewas.

"Saya kaget dan langsung minta tolong pramugari," kata Wahid seperti dilansir tribunews.co.id, Selasa (21/6).

Selama 30 menit itu, semua penumpang di dalam pesawat dibuat heboh. Semua pramugari pun langsung memberi pertolongan saat korban terengah-engah. Dengan bantuan oksigen, penumpang naas itu terus ditolong. Namun ajal lebih cepat menjemputnya.

Wahid makin panik karena pandangan kakaknya memang sudah kosong. Sang adik ini berniat membawa pulang kakaknya ke Lombok dari Banjar.

Namun sebelum sampai ke kampung halaman, ajal lebih dulu mejemput kakaknya saat mereka terbang bersama dari Banjarmasin.

"Sedianya kami transit ke Surabaya dulu dan naik Lion lagi ke Lombok. Dia punya dua anak," ucap Wahid.

Menurut pengakuan Wahid, dirinya mendapat kabar dari teman kakaknya di Banjarmasin kalau korban memang tengah sakit. Korban hendak bekerja di Banjarmasin.

Namun jatuh sakit dan dirawat di salah satu RS di Banjarmasin. Setelah agak baik, mau diterbangkan ke Lombok melalui Surabaya.

Dokter yang piket di Klinik Utama Bandara Juanda, dr Putu Suwartika Eka saat ditemui menuturkan bahwa korban harus ditangani untuk memastikan kematian yang wajar atas diri korban.

"Kami visum dulu di RSU Dr Sutomo. Selanjutnya jenazah diterbangkan ke Lombok," kata Putu.

Sementara itu, Lion Air yang dikenal sebagai maskapai penerbangan murah hingga Selasa (21/6), belum mendapatkan izin penambahan jadwal penerbangan atau extra flight untuk mudik Lebaran 2016 nanti.

"Untuk Lion Air sampai sekarang belum dapat (extra flight-red). Kemarin ini memang sudah sempat mengajukan ke Kemenhub, tapi ditolak, " kata Humas Lion Air, Andy Saladin, Selasa petang.

Andy mengatakan, pihak maskapai dikabarkan sudah kembali mengajukan extra flight kepada Kemenhub. "Informasi lanjutannya belum ada, apakah akhirnya izin extra flight diberikan atau tidak," kata Andy lagi.

Kendati demikian, kata Andy, maskapai Batik Air yang masih satu naungan dengan Lion Air sudah mendapatkan izin extra flight dan siap beroperasi jelang Lebaran bulan Juli esok.

"Untuk Batik Air, kami akan siapkan sekitar 32 flight untuk 14 rute paling ramai saat Lebaran. Kurang lebih ada 6000 seat, " kata Andy.

Di sisi lain, Bandara Internasional Juanda Surabaya di Sidoarjo, Jawa Timur menambah 41 jadwal penambahan penerbangan baik yang dari maupun menuju bandara setempat saat Lebaran tahun 2016.

Communication & Legal Section Head PT. Angkasa Pura I Juanda Liza Anindya mengatakan dari total 41 jadwal penambahan penerbangan tersebut sebanyak 19 keberangkatan dari Juanda dan sisanya yang datang menuju ke Bandara Internasional Juanda.

"Dari jumlah tersebut terdapat sebanyak tujuh maskapai penerbangan yang mengajukan penambahan penerbangan tersebut," katanya di Sidoarjo Selasa.

Maskapai tersebut, kata dia, adalah Jet Star, Air Asia, Lion Air, Batik Air, Garuda, Sriwijaya dan juga Nam Air yang mengajukan penambahan penerbangan.

"Untuk jurusan, paling banyak diminati adalah Surabaya-Denpasar, Surabaya-Jakarta, dan juga Surabaya-Balikpapan," katanya. (trb/sur/lan)

Sumber: tribunnews