Direktur Utama Semen Indonesia, Rizkan Chandra (dua dari kiri) dan Direktur Utama Pelindo I, Bambang Eka Cahyana menandatngani MoU pengembangan rencana pengembangan bisnis. foto: SYUHUD/ BANGSAONLINE
Pertumbuhan infrastruktur dan sektor properti di Indonesia yang semakin meningkat, mendorong Semen Indonesia sebagai perusahaan asli dalam negeri untuk meningkatkan kapasitasnya menjadi sebesar 37,8 juta ton sampai dengan tahun 2016 melalui penyelesaian pembangunan pabrik baru di Rembang, Jawa Tengah dan Padang, Sumatera Barat.
Untuk mendukung kualitas produk dan pelayanannya, Semen Indonesia memiliki fasilitas pendukung yang memadai dalam pendistribusian semen, di antaranya Cement Mill sebanyak 22 unit, Packing Plant 26 unit, serta 11 pelabuhan khusus yaitu di Belawan, Teluk Bayur, Tuban, Gresik, Biringkasi, Dumai, Ciwandan, Banyuwangi, Sorong, dan dua pelabuhan di Vietnam.
Sementara PT Pelabuhan Indonesia I (Persero) atau Pelindo I adalah Badan Usaha Milik Negara yang mengelola jasa kepelabuhanan di Indonesia bagian barat.
Pelindo I berkantor pusat di Medan dan memiliki wilayah operasi di 4 provinsi yang meliputi Provinsi Aceh, Sumatera Utara, Riau daratan dan Riau Kepulauan, serta mengelola 16 cabang pelabuhan, 11 kawasan pelabuhan/ perwakilan dan mengelola 2 unit usaha yaitu UGK (Unit Usaha Galangan Kapal) dan RSPM (Rumah Sakit Pelabuhan Medan) serta 5 Anak Perusahaan, yaitu PT Terminal Petikemas Indonesia (TPI), PT Prima Terminal Petikemas (PTP), PT Prima Multi Terminal (PMT), PT Prima Indonesia Logistik (PIL), dan PT Prima Pengembangan Kawasan (PPK).
Pelayanan Pelindo I meliputi pelayanan kapal, pelayanan barang, pelayanan penumpang dan jasa kepelabuhanan lainnya. Pelindo I mempunyai lokasi strategis di Selat Malaka, yang merupakan selat tersibuk dalam lalu lintas perdagangan dunia dan saat ini sedang mengembangkan pelabuhan Kuala Tanjung sebagai pelabuhan Hub Port Indonesia bagian barat, serta mempunyai pintu utama ekspor CPO ke seluruh dunia, yaitu melalui pelabuhan Belawan dan Dumai.
Saat ini Pelindo I dalam upaya meningkatkan produktivitas pelayanan secara terus menerus, telah melakukan inovasi dengan menambahkan peralatan dan perpanjangan fasilitas dermaga sehingga untuk meningkatkan produktivitas yang lebih efektif dan efisien.
Pengembangan secara kontinu ini juga untuk mendukung suksesnya program pemerintah dalam percepatan pembangunan nasional dan mendukung kebijakan Pemerintah terutama dalam program tol laut untuk memperkuat konektivitas nasional dan menciptakan biaya logistik nasional secara efisien dan efektif serta meningkatkan daya saing nasional. (hud)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




