Empat anak muda asal Madura menangkan kompetisi teknologi internasional "Imagine Cup 2016" di Rusia.
JAKARTA, BANGSAONLINE.com - Aplikasi game untuk telepon seluler (handphone) sedang booming. Kali ini, empat anak muda asal Madura berhasil mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional. Mereka adalah M. A Kholiq, Anwar Fuadi, Astu Masrundi, dan Achmad Dany Romadhon, empat mahasiswa Universitas Trunojoyo yang tergabung dalam tim None Developers.
Pada ajang Imagine Cup 2016 yang diselenggarakan Microsoft di Seattle, Washington, AS, None Developers berhasil menyabet juara kedua untuk kategori Games. Mereka berlomba melawan 35 tim pelajar dari negara-negara lain sebagaimana dilansir KompasTekno, Jumat (29/7).
BACA JUGA:
- Aksi Mahasiswa di Bangkalan Soroti Infrastruktur dan Layanan Publik
- Inovasi Penjernih Foto Berbasis AI Ini Bisa Diakses Gratis Lewat Browser
- Perbandingan Mekari Talenta vs Workday, Aplikasi HRIS Mana yang Paling Cocok Untuk Perusahaan Anda?
- Bocoran Desain iPhone Fold Semakin Kuat, Diperkirakan September 2026 Rilis
Game yang mereka buat bertajuk Froggy and the Pesticide. Sesuai namanya, game ini berupaya memberi informasi edukatif soal manfaat biopestisida dan bahaya pestisida bagi lingkungan. Karakter kodok dipersonifikasi untuk mempermudah penyampaian informasi.
Dalam Froggy and the Pesticide, pemain menggerakkan karakter kodok hijau melewati rintangan. Tujuan akhirnya adalah menekan tombol yang mematikan alat penyebar pestisida yang membuat tanaman menangis.

(Game "Froggy and the Pesticide" buatan None Developer asal Madura yang berprestasi di ajang Imagine Cup 2016.)
None Developers berharap para pemain mampu menangkap esensi dari game tersebut dan mengimplementasikan ilmu di dalamnya pada kehidupan sehari-hari. Agaknya visi sosial itu menjadi salah satu faktor kemenangan empat putra daerah asal Madura tersebut.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




