Bayi malang putri pasangan Dianto dan Sri Wahyuni sebelum dilahirkan, selama 9 bulan usia kehamilan, ibunya tidak pernah melakukan USG (Ultrasonografi). Dia tidak mengira kalau anak kedua yang dilahirkan dengan dua kepala.
Sebelumnya, Direktur Utama RSUD Ibnu Sina dr. Endang Puspitowati mengatakan, bahwa bayi terlahir dengan kondisi sesak dengan berat badan 4.200 gram dan panjang 43 cm dengan berjenis kelamin perempuan serta mempunyai kepala dua.
Saat itu, pihak RSUD sudah berkoordinasi dengan tim ahli bayi kembar dari RSUD Dr. Soetomo Surabaya. “Kalau memang harus dirujuk ke RSUD Dr. Soetomo ya kita akan kita lakukan. Namun sampai saat ini, kita pantau dan kita kondisikan bayi tersebut agar tetap terjaga secara sehat,” ujar Endang.
Sementara Dianto (34), orang tua bayi kala itu mengaku menyerahkan sepenuhnya kepada pihak rumah sakit dan berterima kasih kepada pemerintah Kabupaten Gresik yang telah memberikan perhatian serius terhadap keluarganya.
“Terima kasih atas perhatian yang diberikan oleh pemerintah, dan kami menyerahkan sepenunya kepada pihak rumah sakit,” katanya. (hud)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




