Polisi saat mengamankan para pengikut Dimas Taat Kanjeng Pribadi.
PROBOLINGGO, BANGSAONLINE.com - Dimas Kanjeng Taat Pribadi, pemimpin Padepokan Dimas Kanjeng Taat Pribadi di Dusun Jenggelek, Desa Wangkal, Kecamatan Gading, Kabupaten Probolinggo, dikabarkan sangat sakti hingga banyak pengikut yang takluk kepadanya.
Demikian pula saat penangkapan dirinya terlibat pembunuhan dan penipuan oleh Polda Jatim beberapa waktu lalu. Usai penangkapan, beredar kabar Dimas Kanjeng Taat Pribadi yang dikenal bisa menggandakan uang gaib itu saat ini masih melaksanakan Ibadah Haji di Mekkah.
BACA JUGA:
- Kasus Penipuan Penggandaan Uang ala Dimas Kanjeng Kembali Terjadi, Pelaku Raup Rp 64 Juta
- Dimas Kanjeng Hanya Divonis 18 Tahun Penjara, Istri Korban Histeris, JPU Ajukan Banding
- Anak Buah Dimas Kanjeng Simpan Upal Rp 31,1 M, Polisi juga Temukan Mata Uang dari Lima Negara
- Tafsir An-Nahl 99-100: Shalawat Fulus Dimas Kanjeng
Apalagi, para santri atau para pengikut Dimas Kanjeng yang berada di padepokan itu mulai berdatangan dan mereka banyak yang meyakini jika Dimas Kanjeng adalah orang sakti yang bisa merubah tubuhnya menjadi banyak.
Maraknya isu jika Dimas Kanjeng bisa menjelma menjadi banyak ternyata sampai juga kepada Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Probolinggo. Isu itu menurut MUI tidaklah benar dan hanya sebuah lelucon yang konyol dan tak bertanggung jawab.
Sekertaris MUI, M. Yasin mengimbau agar masyarakat tidak terpengaruh dengan isu-isu yang tak bertanggungjawab di luaran. Isu itu sengaja dihembuskan orang yang tak bertanggungjawab untuk membuat keresahan.
"Isu itu hanya sebuah ulah orang sengaja membuat situasi di Kabupaten Probolinggo tidak kondusif dan membuat warga resah. Sebaiknya abaikan saja isu-isu itu," tegas Yasin.
Menurut Yasin, tim gabungan dari pihak Kepolisian dan TNI tidak akan salah dalam melakukan penangkapan. Karena, penangkapan itu telah tersusun dengan baik.
"Masyarakat tidak perlu mendengarkan informasi itu. Itu hanya sebuah isu yang sengaja dihembuskan agar masyarakat tidak nyaman dengan penangkapan itu. Justru kita harus percaya dengan informasi polisi," terangnya.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




