Sabtu, 10 April 2021 21:04

Kecam Kekerasan oleh Oknum TNI, Wartawan Kirimi Jenderal Gatot Surat Raksasa

Rabu, 05 Oktober 2016 15:42 WIB
Kecam Kekerasan oleh Oknum TNI, Wartawan Kirimi Jenderal Gatot Surat Raksasa

BOJONEGORO, BANGSAONLINE.com - Puluhan wartawan yang bertugas di wilayah Bojonegoro, Tuban dan Blora, menggelar aksi damai terkait aksi kekerasan yang dilakukan anggota TNI kepada salah satu wartawan Net TV di Madiun, Minggu lalu. Aksi gabungan wartawan ini digelar bertepatan dengan peringatan Hari TNI, Rabu 05 Oktober 2016.

Aksi para pekerja kuli tinta itu dimulai dari gedung DPRD Bojonegoro dan dilanjutkan di Kantor Pos. Koordinator Lapangan, Aam Amrullah mengatakan, aksi damai ini digelar sebagai bentuk protes dan keprihatinan atas tindakan oknum TNI yang melakukan tindak kekerasan terhadap jurnalis Net Tv di Madiun.

"Aksi serupa juga digelar serentak di sejumlah kota - kabupaten di Indonesia,” ujar Aam Amrullah.

Selain melakukan seruan menolak segala bentuk kekerasan dan impunitas, wartawan gabungan juga membentang sejumlah poster yang berisi tuntutan dan kecaman. Selain itu, juga melakukan pembacaan puisi, dan penampilan pantomim.

BACA JUGA : 

Ajang Ekspresi, Wartawan di Bojonegoro Gelar Pameran Karya Foto Jurnalistik

Puluhan Wartawan Tuban Gelar Aksi Solidaritas Mengutuk Tindakan Kekerasan Terhadap Insan Pers

Puluhan Wartawan di Tuban Jalani Vaksinasi, Jubir Satgas Covid-19: Mereka Rentan dan Berisiko Tinggi

​Lahir Tak Sempurna, Bayi di Tuban Ditolong TNI

Selain melakukan seruan menolak segala bentuk kekerasan dan impunitas, wartawan gabungan juga membentang sejumlah poster yang berisi tuntutan dan kecaman. Selain itu, juga melakukan pembacaan puisi, dan penampilan pantomim.

"Kami juga telah mengirimkan surat raksasa kepada Panglima TNI, Jenderal Gatot Nurmantyo, yang berisi protes dan kecaman atas tindakan brutal yang dilakukan oleh oknum TNI terhadap jurnalis di Madiun dan Makassar," paparnya.

Sementara itu Ketua AJI Bojonegoro, Anas Abdul Ghofur menegaskan, kasus kekerasan terhadap jurnalis yang melibatkan oknum TNI berlangsung masif dalam setahun terakhir ini. Belum lama, kata dia, sejumlah jurnalis di Medan juga menjadi korban kekerasan brutal yang dilakukan oleh oknum TNI.

“Kami bukan ingin melemahkan TNI sebagai institusi negara yang bertugas membela pertahanan negara, kami protes terhadap tindakan oknum TNI yang melakukan aksi kekerasan terhadap jurnalis yang sedang menjalankan tugas. Kerja jurnalis dilindungi oleh undang-undang pers dan seharusnya anggota TNI juga menghormati undang-undang pers tersebut,” tandasnya. (nur/rev)

5 Kios Pasar Ranggeh Pasuruan Rusak Tertimpa Pohon
Sabtu, 10 April 2021 02:59 WIB
Pasuruan, BANGSAONLINE.com - Sebuah Pohon Trembesi roboh menimpa Pasar Ranggeh di Desa Karangsentul Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur.Akibatnya, 8 kios milik pedagang rusakDelapan kios milik pedagang yang rusak itu terdiri dari toko kelontong, pertanian...
Senin, 05 April 2021 10:05 WIB
KEDIRI, BANGSAONLINE.com.com - Gua Jegles, begitu nama gua yang masih dalam pembenahan itu sering disebut. Gua yang terletak di Dusun Jegles, Desa Keling, Kecamatan Kepung, Kabupaten Kediri tersebut saat ini memang sedang viral di media sosial (medso...
Sabtu, 10 April 2021 05:43 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.COM – Kapal super raksasa Ever Given ternyata masih ditahan pemerintah Mesir. Kapal milik perusahaan Jepang itu dimintai ganti rugi Rp14 triliun setelah sempat menyumbat Terusan Suez.Loh? Silakan simak tulisan Dahlan Iskan ...
Senin, 22 Februari 2021 22:39 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*58. Warabbuka alghafuuru dzuu alrrahmati law yu-aakhidzuhum bimaa kasabuu la’ajjala lahumu al’adzaaba bal lahum maw’idun lan yajiduu min duunihi maw-ilaanDan Tuhanmu Maha Pengampun, memiliki kasih sayang. ...
Jumat, 09 April 2021 09:59 WIB
Memasuki Bulan Ramadan dan ibadah puasa, rubrik ini akan menjawab pertanyaan soal-soal puasa. Tanya-Jawab tetap akan diasuh Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A., Dekan Fakultas Adab dan Humaniora Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA)...