?
Walikota Probolinggo Hj Rukmini SH MSi saat membacakan nota penjelasan terkait LKPJ tahun 2013. foto:andi sirajudin/BANGSAONLINE
Sementara, belanja tidak terduga dianggarkan Rp 2,100 miliar, teralisasi Rp 856 juta.
“Tak hanya itu, tahun lalu program prioritas kami yakni wajib bidang pendidikan dan wajib bidang kesehatan. Dari dua bidang itu, masing-masing kami menganggarkan prioritas senilai Rp 32,849 miliar. Untuk bidang pendidikan terealisasi Rp 20,813 miliar. Untuk kesehatan kami menganggarkan Rp 64,74 miliar dan terealisasi Rp 60,602 miliar,” beber Rukmini.
Dengan begitu, pengelolaan keuangan selama tahun 2013 lalu, semuanya bermuara terhadap peningkatan pelayanan administrasi, peningkatan sarana dan prasarana aparatur, disiplin aparatur dan program peningkatan kapasitas SDM aparatur yang handal.
“Program ini telah berjalan dan wajib ditingkatkan. Karenanya, apabila nanti ada yang kurang dimengerti, kami siap dilakukan kritik dan koreksi. Karenanya, semua program tahun lalu sudah banyak mencapai kemajuan dibidang kesehatan, pendidikan dan lainnya,” imbuhnya.
Sementara, Ketua DPRD HM Sulaiman mengatakan, dewan akan melakukan pembahasan di tingkat fraksi dan Banmus untuk membahas tanggapan selanjutnya, terkait nota penjelasan Walikota terkait LKPJ tahun 2013 lalu. “Selanjutnya kami akan melakukan pembahasan di masing-masing fraksi dan dibentuk pansus untuk memberikan rumusan rekomendasi atas LKPJ Walikota itu,” tegas politisi asal PDI-P ini.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




