SUMENEP, BANGSAONLINE.com – Gara-gara merasa tidak diperhatikan pemerintah, guru honorer kategori 2 (K2) di Kabupaten Sumenep mengancam akan mekakukan aksi damai. Karena bagi mereka, pengabdian yang diberikan selama ini sama sekali tidak diperhatikan pemerintah. Padahal keberadaannya membantu pemerintah dalam memajukan pendidikan diakui cukup nyata.
Ketua Forum Honorer K2 (FHK-2) Kabupaten Sumenep, Abd. Rahman, menjelaskan keberadaan guru sangat menunjang berjalannya proses pendidikan. Jika tidak ada guru honorer, katanya, proses pendidikan di Kabupaten Sumenep akan lumpuh, sebab faktanya banyak sekolah kekurangan guru.
BACA JUGA:
- Tak Aktif 2 Tahun, Guru SMAN 1 Arjasa Sumenep ini Akhirnya Mengajar
- Sudah Dipanggil dan Ditegur, Guru SMAN 1 Arjasa Sumenep yang Bolos 2 Tahun Masih Tak Terlihat Ngajar
- Budayawan Madura Sesalkan Oknum Guru SMAN 1 Arjasa Sumenep yang Jarang Ngajar Selama 2 Tahun
- Guru SMA 2 Arjasa Sumenep Diduga 2 Tahun Jarang Ngantor, Kacabdindik Sumenep Diminta Beri Teguran
“Ini kan bukti nyata bahwa guru honorer sangat membantu pemerintah,” terangnya, Senin (14/11).
Menurut Rahman, insentif yang diberikan pemerintah kepada guru honorer sangat jauh dari layak. Tiap bulan guru honorer hanya diupah sebesar Rp 250 ribu. Dengan nominal insentif itu, guru honorer kelimpungan untuk memenuhi kebutuhan keluarga.
“Untuk biaya transportasi saja, insentif itu sudah tidak cukup,” ujarnya.
Dia menuturkan bahwa guru honorer sudah sering melayangkan surat untuk pemerintah daerah agar insentif dinaikkan. Bahkan juga telah berulangkali beraudiensi. Tapi ternyata hingga saat ini nasib guru honorer K2 tetap memprihatinkan.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




