Muhaimin Iskandar. foto: lombokita
JAKARTA, BANGSAONLINE.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berupaya membongkar kasus dugaan korupsi anggaran optimalisasi di Ditjen Pembinaan Pembangunan Kawasan Transmigrasi (P2KT) Kemenakertrans pada 2014. Salah satunya mendalami dugaan keterlibatan Muhaimin Iskandar. Saat tindak pidana korupsi itu dilakukan, Muhaimin menjabat Menakertrans. Ketua umum PKB itu dianggap mengetahui pelaksanaan program yang bermasalah tersebut.
Namun, hampir setahun, penanganan kasus itu tidak ada kabarnya. Baru 5 Desember lalu, KPK mulai membuka lagi perkara tersebut. Yaitu, dengan menetapkan mantan anggota Komisi IX DPR sekaligus bekas anggota Badan Anggaran (Banggar) Charles Jones Mesang sebagai tersangka. Politikus Partai Golkar itu diduga menerima suap Rp 9,75 miliar terkait anggaran optimalisasi di Ditjen P2KT Kemenakertrans.
BACA JUGA:
- Menyelamatkan NU, Merawat Rahim: Catatan Reflektif dari Halal Bihalal IKA PMII 2026
- Cak Imin Sebut Ketum PBNU Gagal, Jangan Diteruskan, Nusron: Aumni PMII seperti Tamu di PBNU
- Respons Komentar Cak Imin soal Minimarket, Ketum Barisan Ksatria Nusantara Bilang Begini
- Hadiri Seminar di Tambakberas, Menko PM Cak Imin: Santri Jadi Motor Perubahan Bangsa
Jubir KPK Febri Diansyah menyatakan, pihaknya tidak hanya berhenti pada Charles. KPK akan terus mendalami perkara tersebut. Penyidikan masih dilakukan dengan melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi.
“Siapa pun yang mengetahui akan dimintai keterangan,” terang dia seperti dilansir Fajar.co.id. Termasuk, dugaan keterlibatan Muhaimin yang ikut menikmati uang Rp 400 juta dari hasil korupsi.
Namun, Febri belum bisa memastikan kapan Muhaimin diperiksa. “Nanti akan kami jadwalkan,” papar mantan aktivis Indonesia Corruption Watch (ICW) itu.
Apakah akan ada tersangka baru dalam perkara tersebut? Febri menyatakan, pihaknya belum bisa menyebutkan siapa yang akan menyusul menjadi tersangka. Dalam menetapkan seseorang menjadi tersangka, pihaknya harus mempunyai alat bukti yang cukup.
“Ini masih kami dalami. Pemeriksaan akan terus dilakukan,” terang dia.






