Sabar, salah satu penerima bantuan sapi dari pemkab.
NGAWI, BANGSAONLINE.com - Bantuan sapi dari pemerintah daerah Ngawi kepada anggota kelompok ternak terkesan terburu-buru sehingga tanpa persiapan.
Seperti yang dialami Kelompok Tani Ngadi Luwih desa Patalan Kecamatan Kendal yang memiliki 60 anggota.
BACA JUGA:
- Warga Rejomulyo Ngawi Keluhkan Bau Peternakan Ayam Petelur, Minta Perbaiki Pengelolaan Limbah
- Angin Kencang Rusak Puluhan Rumah di Ngawi, Warga Panik Selamatkan Diri
- Gandeng Kejari, Pemkab Ngawi Perkuat Payung Hukum Program Strategis Daerah
- Jemaah Tertua Asal Ngawi Berangkat Haji dari Hasil Menabung Bertahun-tahun
Sabar (55) warga desa Patalan, salah satu penerima bantuan sapi dari Pemkab, mengaku senang saja mendapat bantuan, namun ia mengaku tak punya persiapan. Seperti kandang misalnya.
Sabar pun akhirnya terpaksa membuat kandang ala kadarnya di samping rumahnya.
Siswanto, Ketua Kelompok Tani Ngadi Luwih mengakui bahwa para penerima bantuan sapi tersebut memang belum mempersiapkan kandang. Sebab, jumlah sapi yang diberikan tak sebanding denga jumlah anggota yang mencapai 60.
"Di sini anggotanya ada 60 orang, sedang sapi yang diserahkan hanya 6, jadi harus diundi siapa yang dapat menerima," jelas Siswanto. (nal/rev)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News






