KH. Mundzir Cholil, Ketua DPC PPP Pamekasan
PAMEKASAN, BANGSAONLINE.com - Para ulama dari Kabupaten Pamekasan mulai khawatir adanya indikasi dukungan DPP PPP terhadap pasangan Ahok-Djarot pada pilgub DKI Jakarta pada putaran kedua. Kondisi itu membuat sejumlah ulama memperingatkan DPP PPP.
"Ini sudah merupakan aspirasi mayoritas dari para ulama PPP, kami bertanggung jawab untuk memberikan masukan dan arahan kepada DPP agar jangan sampai memberikan dukungan secara resmi terhadap pasangan nomer urut 2," kata ketua DPC PPP Pamekasan KH. Mundzir Cholil, Kamis (6/4).
BACA JUGA:
- DPC PPP Kabupaten Kediri Gelar Muscab ke-X, Setyo Budi Siap Lanjutkan Kepemimpinan
- Fokus Regenerasi, Agus Zunaidi Mundur dari Bursa Ketua DPC PPP Kota Blitar
- Sahkan SK PPP Kubu Mardiono, Menkum Tak Tahu Kubu Suparmanto Daftar di Dirjen AHU
- Pelapor Kasus Dugaan Korupsi Hibah Wasbang Ngaku Serahkan Uang ke DPC PPP Situbondo
Dua hari sebelumnya, ulama PPP Jawa Timur sempat berkumpul di Surabaya di salah satu rumah simpatisan dan dihadiri 22 ulama yang berasal dari Jombang, Tuban, Madiun, Banyuwangi dan dari Madura. Para ulama ini khawatir terjadi dukungan kepada Ahok oleh DPP PPP kubu Romahurmuzy.
"Melalui KH. Maimun Zubair, selaku sesepuh dan Ketua Majelis Syariah Pusat, kami bersama-sama sowan ke beliau dan rupanya beliau juga mempunyai sikap yang sama. Kami minta agar beliau menindaklanjuti untuk memanggil DPP, jangan sampai memberikan dukungan pada pasangan nomer 2," ungkap dia.
Lebih lanjut KH. Mundzir Cholil mengatakan, jika mufarokoh itu bukan keluar dari partai, namun hanya tentang kepemimpinan saja. Diibaratkan partai ini sebuah mobil, sedangkan penumpangnya para ulama.
“Masak supirnya pendukung orang seperti Ahok. Tentu kita tidak turun dari mobil tetapi kita ganti supirnya saja,” ujar Kyai yang akrab dipanggil Ra Mondzir tersebut.
"Ini hanya warning saja, tapi jika terjadi kami akan melakukan langkah-langkah yang bersifat organisatoris, tidak langsung main pecat," pungkas Ra Mondzir. (err/ns)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




