Cegah Kebocoran, Disperindag Sidoarjo Terapkan Pembayaran Retribusi Pasar Elektronik

Cegah Kebocoran, Disperindag Sidoarjo Terapkan Pembayaran Retribusi Pasar Elektronik LAUNCHING: Disperindag Sidoarjo sosialisasi pembayaran retribusi pasar elektronik kepada pedagang Pasar Gedangan, Rabu (5/7). foto: MUSTAIN/ BANGSAONLINE

Pembayaran retribusi elektronik di Pasar Gedangan ini akan di-soft launching, pada Jumat (7/7) mendatang. Dalam kesempatan itu, sekaligus soft launching aplikasi e-Nyank Pasar, yang merupakan aplikasi untuk retribusi pasar.

Dengan aplikasi e-Nyank Pasar ini, akan diketahui pedagang yang belum membayar retribusi pasar. "Jadi tidak ada lagi yang bisa bermain-main retribusi, karena datanya sudah ada," jlentreh wanita berhijab ini.

Pembayaran retribusi pasar elektronik menggunakan T-cash ini yang pertama kali di Indonesia. "Kita dituntut mempunyai terobosan baru dalam menekan pungli, terutama di instansi pemerintahan," pungkas Fenny.

Kepala Bidang (Kabid) Pasar Disperindag Sidoarjo, Nawari menambahkan, untuk Pasar Gedangan ada sekitar 600 los/kios. Sedangkan pedagangnya sekitar 350 pedagang. "Ada satu pedagang yang mempunyai dua kios atau los," jelasnya.

Sedangkan pendapatan dari retribusi pasar di Kabupaten Sidoarjo selama ini sekitar Rp 11,7 miliar dalam setahun. Diharapkan dengan pembayaran retribusi elektronik ini, pendapatan bisa meningkat.

Sementara itu, Ahmad Yani, salah satu pedagang Pasar Gedangan mengaku dengan pembayaran retribusi elektronik ini diharapkan retribusi yang dibayar tidak bocor. Meski demikian, dia mengaku masih harus belajar cara menggunakan T-cash saat membayar retribusi. "Harus didampingi dulu sampai pedagang benar-benar bisa," harapnya. (sta)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO