Polisi gadungan (tengah) yang dibekuk anggota Polsek Krian.
SIDOARJO, BANGSAONLINE.com - Ada saja yang diperbuat oleh Masaril (18) warga Simo Angin-angin kecamatan Wonoayu Sidoarjo ini. Dengan berbekal seragam Polri yang dibelinya dari pasar Turi Surabaya, ia memperdayai Umi Habibah (42) warga Katerungan Kecamatan Krian. Pemuda yang bekerja sebagai penjaga keamanan ini dibekuk Satreskrim Polsek Krian setelah menerima laporan dari korban.
Awalnya tersangka dengan mengenakan seragam Polri mendatangi korban menawarkan sepeda motor kepada korban dengan harga Rp 6 juta. Sebagai tanda setuju, korban menyerahkan tanda jadi Rp 3 juta. Tersangka menjanjikan akan mengurus surat kendaraannya dan SIM secara gratis. Setelah membawa uang muka tersebut, tersangka tidak pernah kembali mengantarkan motor kepada korban.
BACA JUGA:
- Kasus Perusakan Makam Mbah Dirjo Joyo Ulomo Masuk Tahap Penyidikan, SPDP Dikirim ke Kejari Sidoarjo
- Rumah Bertuliskan 'Dijual' Jadi Markas Gas Oplosan, Sindikat di Sidoarjo Raup Puluhan Juta
- Kasus Rusunawa Tambak Sawah Sidoarjo: Vonis 4 Eks Kadis Naik Banding, Kuasa Hukum Siapkan Kasasi
- Viral Perusakan Makam Keramat di Pasar Taman Sidoarjo, Pelaku Diamankan Polisi
“Saat itu korban mempercayai tersangka karena saat datang ke korban, tersangka ini mengenakan seragam polisi berpangkat Bripda,” ungkap Kompol Widjanarko Kapolsek Krian, Selasa (1/8).
Dari hasil pemeriksaan terungkap, pemuda lulusan SMP ini dengan mengaku sebagai anggota Polri yang berdinas di Polda Jatim memperdayai beberapa perempuan untuk dimintai uang dan ditiduri.
“Saat ini kita terus kembangkan kasus ini, dan kita masih fokus dengan laporan yang masuk dulu, yaitu tindak penipuan yang dilakukan tersangka,” jelas dia.
Dari tangan tersangka berhasil diamankan 1 stel seragam Polri, 1 pucuk pistol korek api, 1 sangkur, sepatu PDL, baret dan berbagai perlengkapan Polri. Tersangka dijerat dengan Pasal 374 Jo 378 tentang penipuan dengan ancaman kurungan penjara selama 6 tahun.
Di depan penyidik, polisi gadungan ini mengaku ingin jadi anggota polisi. Dengan seragam polisi, dia mengaku bisa menggaet 16 wanita. “Tidak semua dari wanita-wanita itu saya tiduri, ada yang cuman saya mintai uang,” pungkas dia. (cat/ns)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News






