Kementerian BUMN Tinjau Kesiapan Toko Pengecer Semen Harga Terjangkau di Papua

Kementerian BUMN Tinjau Kesiapan Toko Pengecer Semen Harga Terjangkau di Papua Deputi Bidang Pertambangan dan Industri Strategis Kementerian BUMN, Fajar Harry Sampurno didampingi Bupati Puncak Jaya Henock Ibo bersama Direktur Pemasaran dan Supply Chain Semen Indonesia Ahyanizzaman saat meninjau kesiapan toko pengecer semen yang ada di Kabupaten Puncak Jaya dan Wamena.

Hal ini bisa dilihat dari bangunan-bangunan di kota Mulia Puncak Jaya yang tidak ada bangunan bertingkat seperti yang ada di daerah lain. "Ini akibat mahalnya harga semen, sehingga konstruksi bangunan adalah dari kayu, termasuk bangunan kantor pemerintah daerah," tuturnya.

Henock Ibo menambahkan, kebutuhan semen untuk Kabupaten Puncak Jaya tahun 2017 mencapai 2000 ton per tahun, sedangkan proyeksi tahun 2018 mencapai 3600 ton per tahun. Penyerapan tertinggi pada proyek-proyek pemerintah yang mencapai 3000 ton, sedangkan 600 ton untuk konsumsi masyarakat

Untuk sampai ke Kabupaten Puncak Jaya, semen dari pelabuhan Timika menuju Wamena diangkut dengan menggunakan pesawat cargo. Selanjutnya semen didistribusikan ke Puncak Jaya menggunakan angkutan darat.

Sementara Direktur Pemasaran dan Supply Chain Semen Indonesia, Ahyanizzaman mengatakan, setelah melakukan tinjauan ke toko-toko pengecer di Puncak Jaya dan Wamena, ia mengaku sudah siap untuk menjual semen sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan.

"Masyarakat bisa membeli semen dengan harga terjangkau di toko-toko yang ada logo BUMN hadir untuk negeri," katanya.

Sedangkan pengiriman perdana Semen Tonasa dari Makassar sudah sampai di Pelabuhan Timika sebesar 312 ton, selanjutnya akan didistribusikan ke kabupaten di pegunungan, agar kondisi tetap baik. "Zak kita lapisi dengan plastik karena tingginya curah hujan di daerah pegunungan, hal tersebut untuk menjaga jangan sampai tiba di pegunungan sudah beku dan jadi batu, karena musuh utama semen adalah air," pungkasnya. (hud/rev)