Sosialisasikan Dana Desa, Bupati Tantri Intruksikan Kades agar Berhati-hati dan Tidak Main-main

Sosialisasikan Dana Desa, Bupati Tantri Intruksikan Kades agar Berhati-hati dan Tidak Main-main Bupati Tantri didampingi Kajari saat memberikan penghargaan kepada Kades dengan pengelolaan DD terbaik.

“Semua itu harus diimbangi pula bagaimana menyempurnakan kehati-hatian itu dengan berpijak pada aturan perundangan-undangan. Para kades dan camat wajib hukumnya mengedepankan silaturahim. Harapannya manakala silaturahim berjalan dengan baik, Insya Allah mampu menyempurnakan kehati-hatian sehingga seluruh amanah dapat dilakukan dengan baik,” tegasnya.

Bupati Tantri mengaku memang tantangan saat ini tidak sama dengan dahulu. “Ambil pelajaran dan hikmah dari sebuah kejadian. Semoga kejadian di daerah lain mampu diambil hikmahnya dan tidak terjadi di Kabupaten Probolinggo,” jelasnya.

Lebih lanjut Bupati Tantri mengajak para kades agar selalu percaya bahwa rejeki itu sudah diatur oleh Allah. Oleh karenanya, manusia dituntut untuk berpikir dan tidak meniru perilaku semut. Di mana semut ini dalam kesehariannya selalu sibuk menimbun makanan dan tidak pernah puas dengan apa yang sudah diterimanya.

“Mari kita bersama-sama hidup secukupnya. Karena manakala hidup prinsip secukupnya tidak akan mungkin kita berlaku di luar kuasa kita. Jangan pernah melebihi kemampuan,” ungkapnya.

Terkait dengan aturan dan administrasi, Bupati Tantri menambahkan bahwa hal itu merupakan ilmu katon yang bisa dipelajari oleh semua. Kesimpulannya, bagaimana para kades hidup cukup dan mensyukuri nikmat yang diterima. “Mari bersama-sama prinsip dasar kita mensyukuri nikmat yang diberikan oleh Allah dan bukan membandingkan dengan yang diterima orang lain,” terangnya.

Tidak lupa Bupati Tantri meminta para kades untuk banyak belajar, bertanya dan bersinergi baik sesama kades maupun Forkopimka. Selain itu, kades harus juga memperbanyak komunikasi sehingga apapun tantangannya mampu terselesaikan di tingkat desa.

“Jangan pernah takut selain kepada Allah SWT. Manakala pekerjaan yang dilakukan sudah benar dan betul, Insya Allah tidak akan mampu mengganggu dan mencari-cari kesalahan,” tambahnya.

Bupati Tantri menambahkan agar kades selalu mengajak bicara dan melibatkan segenap elemen mulai dari sekretaris desa, perangkat desa dan BPD sehingga frekuensinya sama.

“Tantangan kepala desa adalah menyamakan frekuensi dengan sekretaris desa, perangkat dan BPD. Sebab tidak akan mungkin sebuah program berjalan dengan lancar manakala frekuensinya tidak sama. Sekali lagi ini tantangan menjadi kepala desa. Saya pikir jika prinsip itu dipegang teguh oleh kades ditambah oleh kehati-hatian, Insya Allah semuanya mampu berjalan dg baik,” pungkasnya.

Dalam kesempatan itu, para kades se-Kabupaten Probolinggo berkomitmen akan mengelola Dana Desa dengan penuh tanggung jawab dan amanah. Serta secara tegas menolak korupsi. (ndi)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO