Peserta Tour de Banyuwangi Ijen tahun lalu.
Selama lima tahun penyelenggaraan, ITdBI mendapat predikat excellence selama dua tahun terakhir berturut-turut dari UCI. Ini menjadikan ITdBI masuk dalam tujuh kejuaraan balap sepeda terbaik di Asia, dan terbaik di Indonesia. Excellent level merupakan poin tinggi di kejuaraan balap sepeda internasional. Peringkat ini nilainya di atas 90 poin.
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Wawan Yadmadi mengatakan, ITDBI tahun ini kembali menyuguhkan empat etape sepanjang 533 KM. Di empat etape ini, pembalap akan melewati rute yang menyusuri bentang alam Banyuwangi. Mulai susur sungai dan pantai, melintasi perkebunan, hingga menikmati pusat kota Banyuwangi.
"Sesuai taglinenya, di etape ketiga pembalap akan finish di Gunung Ijen. Para pembalap akan saling beradu membuktikan ketangguhannya menaklukkan rute tanjakan ekstrem di Lereng Ijen," pungkas Wawan.
Tanjakan menuju Gunung Ijen di Banyuwangi dikenal sebagai salah satu yang terekstrem di Asia karena ketinggiannya melampaui tanjakan di Genting Highland dalam Tour de Langkawi Malaysia yang berada di ketinggian sekitar 1.500 mdpl.
Selain melepas tukik, para pebalap juga diajak city tour. Mereka melintasi jalan-jalan utama di Kota Banyuwangi. Dari Pantai Cacalan, mereka melintasi jalan protokol hingga ke perempatan Patung Kuda. Kemudian melewati Jalan Kepiting ke arah Utara dan finish di Pendopo Sabha Swagata Blambangan. "City tour ini untuk mengenalkan Banyuwangi kepada pebalap sekaligus mengenalkan pebalap kepada masyarakat Banyuwangi," papar Wawan. (gda/rus)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




