Penolakan RKUHP oleh AJPB di Pasuruan Terus Berlanjut

Penolakan RKUHP oleh AJPB di Pasuruan Terus Berlanjut Warga saat ikut menandatangani penolakan RKUHP dan UU MD3.

PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Aksi tolak RKUHP dan UU MD3 yang digelar di ruang rapat fraksi kantor DPRD Kab. Pasuruan pada Kamis (15/2) lalu terus berlanjut. Para wartawan Aliansi Jurnalis Pasuruan Bersatu (AJPB) kembali menggelar aksi tanda tangan dukungan dari warga di Paseban Alun-alun Bangil, Minggu (18/2) pagi.

Dalam orasi Todi Pras salah satu wartawan Pasuruan mengatakan, saat ini nurani para anggota DPR RI telah hilang dan ingin kembali membelenggu kebebasan menyampaikan pendapat atau kritik atas kinerjanya.

Pun demikian pula yang disampaikan oleh Anis Sanjaya seorang pegiat dan pemerhati sosial asal Kecamatan Rembang. Ia mengatakan bahwa 20 tahun sudah semua terlepas dari kungkungan sistem orde baru. 

"Tapi sekarang kita dipaksa oleh wakil rakyat di DPR RI untuk kembali hidup dalam kegelapan berdemokrasi," lontarnya.

Tak ayal aksi para kuli tinta di Paseban Alun-alun Bangil tersebut mendapat animo dari warga, yang kala itu mengikuti car free day.

Seperti yang diungkapkan Abdullah (58) asal Kersikan-Bangil, anak muda Pasuruan masih ada yang peduli dengan iklim demokrasi di negeri ini, yang akan tercabik atas disahkannya UU MD 3 oleh DPR RI beberapa hari lalu.

Klik Berita Selanjutnya

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO