Tempe nugget.... hmmm yummy... foto: istimewa
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Tempe Bang Jarwo berinovasi menjadi nugget, sambal kering, dan sambal tumpang dengan menggaet warga sekitar.
Tempe Bang Jarwo menjadi salah satu produk unggulan UKM dari Kelurahan Putat Jaya. Bang Jarwo merintis usaha tempe sejak Lokalisasi Dolly tutup. Jarwo yang dulunya berjualan kopi di sekitar lokalisasi mengaku banting setir menjadi produsen tempe dengan modal hanya seratus ribu rupiah. Dia dapat pengalaman dan ilmu membuat tempe dari saudara iparnya yang tinggal di Sidoarjo.
BACA JUGA:
- Ramadhan Fiesta Bazaar Quds Royal Hotel Surabaya Resmi Dibuka, Hadirkan Kuliner Ampel
- Festival Kopi Quds Royal Hotel Surabaya Meriahkan Akhir Tahun dengan Literasi dan Seni
- Festival Sambelan Nusantara Quds Hotel Suguhkan Cita Rasa Daerah, Bikin Tamu Ketagihan
- Asian Food Festival Hadir di Quds Royal Hotel Surabaya, Sajikan 18 Menu Lezat
Awal merintis, Jarwo memberi nama produknya "Tempe Dolly". "Pernah ditanya pelanggan saat memakai nama Tempe Dolly, kok namanya tempe dolly, kurang enak didengarnya," ujar Jarwo menirukan kritik dari seorang pelanggan.
"Dolly sekarang tutup bu, makanya sekarang jualan tempe," jawab Jarwo kepada ibu itu sambil berkelakar. Sejak itu nama tempenya berganti "Tempe Bang Jarwo" dengan mengambil salah satu karakter film kartun Indonesia, Adit Sopo Jarwo.
Di tahun pertama berjualan, Jarwo mengaku dapat dukungan dari pihak kelurahan untuk memasarkan dengan membeli produk Bang Jarwo. Di saat yang sama pihak kelurahan kecamatan mengajak dan mengantarkan Jarwo untuk mengikuti pameran Pahlawan Ekonomi Surabaya tahun 2014 di Balai Kota Surabaya.
"Tempe yang biasa diproduksi dari 5 kilogram kedelai, saat pameran dapat produksi 10 kilogram kedelai dan laris," cerita Jarwo saat ditemui di rumahnya di Kupang Gunung Tembusan II.
Usahanya lebih berkembang saat bertemu dengan Organisasi Gerakan Melukis Harapan (GMH) pada tahun 2016 yang mendampingi Jarwo dalam hal marketing, bahkan menjual secara online via Instagram. Di samping itu, GMH mengajaknya untuk mengisi beberapa seminar, yang pertama dilakukan di Rembang dan yang terakhir mendapat undangan di Royal Plaza.






