Polres Bojonegoro Gelar Deklarasi Akbar Anti Hoax, Ujaran Kebencian, dan SARA

Polres Bojonegoro Gelar Deklarasi Akbar Anti Hoax, Ujaran Kebencian, dan SARA

Sesampainya di finish, Kapolres Wahyu langsung melakukan deklarasi menolak keras berita Hoax yang diikuti peserta jalan sehat. Selain itu, juga membubuhkan tanda tangan penolakan berita Hoax.

"Kami imbau masyarakat agar pandai dan cermat dalam menerima berita di media sosial, tanyakan dulu kepada orang yang pertama kali membagi berita tersebut apakah itu berita nyata atau hanya sekedar cerita yang dikarang untuk kepentingan pribadi suatu golongan. Karena kalau langsung ditelan mentah-mentah imbasnya bisa menimbulkan fitnah hingga permusuhan," ungkapnya.

Kapolres berharap, dengan getolnya kampanye anti berita hoax tersebut wilayah Bojonegoro selalu aman dan kondusif. Apalagi Bojonegoro akan melaksanakan pemilihan umum kepala daerah (Pilkada) pada 27 Juni 2018 mendatang.

"Kampanye ini akan terus kami lakukan, karena biasanya menjelang Pilkada perang berita bohong serta fitnah di media sosial terjadi," tandasnya.

Sebelum deklrasi akbar di Alun-alun Bojonegoro ini, Kapolres Bojonegoro juga sudah puluhan kali melakukan deklarasi penolakan berita Hoax, baik di lingkungan instansi pemerintah daerah, perusahaan, tokoh masyarakat, tokoh agama, sekolahan hingga pondok pesantren.

"Berita Hoax dapat menimbulkan konflik antar suku ras dan golongan. Oleh karena itu akan terus kami perangi, sebagaimana instruksi dari Pak Kapolri," tegasnya. (nur/rev)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO