SANGAT MEMPRIHATINKAN: Di rumah yang terbuat dari anyaman bambu itu, Rida'i diasuh oleh kakaknya yang menderita keterbelakangan mental.
PAMEKASAN, BANGSAONLINE.com - Rida'i (35) warga Dusun Masaran, Desa Rekkerek, Kecamatan Palengaan, Kabupaten Pamekasan hanya bisa berbaring di tempat tidur karena sejak lahir kondisi tubuhnya sudah lumpuh.
Parahnya lagi saat ini dia hidup sebatang kara dalam sebuah gubuk terbuat dari gedek yang jauh dari layak. Karena Ibu Nawati serta sang ayah, Masderah sudah lama meninggal dunia.
BACA JUGA:
- Mahfud MD dalam Haul Kiai Agung Rabah Pamekasan: Semoga Berkontribusi terhadap Kemajuan Indonesia
- Pimpin Upacara Hari Lahir Pancasila, Bupati Pamekasan Tegaskan Peran Indonesia Jaga Perdamaian Dunia
- YBM PLN Madura Tebar 230 Paket Daging Kurban untuk Warga Dhuafa Pamekasan
- Dihadiri Mendikdasmen, Puluhan Siswa Pingsan Saat Senam Anak Indonesia Sehat di Pamekasan
Setiap hari tubuh Rida'i yang hanya tergolek di tempat tidur berbahan bambu tersebut dibantu tetangga untuk kebutuhan makan. Sedangkan yang menyuapi dan mengurus keperluannya adalah kakak perempuan yang juga mengalami keterbelakangan mental.
Selain dibantu para tetangga kebutuhan makanan Rida`i juga mendapatkan jatah raskin dari pemerintah.
"Memang sejak lahir kondisinya sudah memprihatinkan. Kalau kebutuhannya diberi para tetangga," ungkap Lutfiah yang masih tetangga Rida'i. Jum'at (4/5).
Sedangkan rumah yang ditempati ini dulunya sudah rusak namun diperbaiki oleh tetangga, jadinya seperti ini.
"Kalau sedang kambuh penyakitnya, dia akan kejang-kejang," ungkap Lutfia yang tidak tega melihat penderitaan tetangganya tersebut.
Sementara itu, Sekcam Palengaan, Eko Kusairi berjanji akan mengupayakan bantuan kesehatan dan perumahan.
"Kami akan segera mengupayakan bantuan ke Dinas Sosial juga ke Dinkes untuk meringankan penderitaannya," pungkas Eko yang ikut juga dalam rombongan untuk melihat kondisi Rida'i. (err/ian)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




