MOJOKERTO (BangsaOnline) – Pembatasan distribusi BBM terutama jenis solar yang mengakibatkan kelangkaan di hampir seluruh SPBU di Mojokerto memaksa pemilik perahu tambang penyeberangan sungai Brantas dari Desa Ngares Kidul Kecamatan Gedeg Kabupaten Mojokerto - Desa Kesamben,Kecamatan Kesamben , Jombang merugi.
Kondisi ini sudah terjadi sejak sepekan lalu. Deretan perahu tambang tampak hanya bersandar parkir di pinggir utara sungai Brantas lantaran minus bahan bakar. Para pemilik perahu mengaku kian kesulitan mendapatkan solar. Bahkan, untuk mendapatkan solar mereka harus ‘'berburu'’ sampai ke Kabupaten Jobang.
BACA JUGA:
- Peringati WCD 2025, Wali Kota dan Wawali Kediri Tuangkan Eco Enzym di Sungai Brantas
- Cari Remaja Hilang di Sungai Brantas, Tim SAR Kerahkan 35 Personel
- Remaja Terseret Arus Sungai Brantas di Blitar, Tim SAR Gabungan Bersiap di Posko Pencarian
- Polres Gresik Terjunkan Tim Pencari Perempuan yang Diduga Bunuh Diri di Sungai Brantas
Salah seorang pemilik perahu, Mustofa, terpaksa menyandarkan satu dari dua perahu yang biasa dioperasikan. “Terpaksa satu perahu tidak bisa dioperasikan, karena tidak ada solar. Tentunya dari sisi pendapatan jadi merosot tajam,” ujar warga Desa Ngares Kidul Kecamatan Gedeg ini, Minggu (31/8/2014).
Penyeberangan menggunakan perahu sangat dibutuhkan masyarakat di wilayah Kecamatan Gedeg, Kemlagi Kabupaten Mojokerto dan Kudu Kabupaten Jombang serta Kecamatan Kesamben Jombang.
Karena hanya perahu tambang yang bisa digunakan sebagai sarana penghubung dua wilayah berdekatan itu. Jika menggunakan jalur darat, akan memakan waktu yang relatif lama dan memutar jauh hingga belasan kilometer.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News






