Pakde Karwo Minta Perajin Batik Tak Tinggalkan Kultur

Pakde Karwo Minta Perajin Batik Tak Tinggalkan Kultur Gubernur Jatim Soekarwo didampingi oleh Ketua Dekranasda Jatim Nina Soekarwo, meninjau salah satu stan pameran batik bordir dan aksesoris di Grand City Convex Surabaya, Rabu (9/5).

Bude Karwo Optimis

Sementara itu, Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah () Provinsi Jatim, Dra. Hj. Nina Soekarwo, M.Si mengatakan, pameran batik, bordir dan aksesoris merupakan cerminan rasa nasionalisme dimana sebagai masyarakat Jatim memiliki kebanggan terhadap produk kerajinan anak bangsa.

“Untuk itu Provinsi Jatim memiliki optimisme tinggi bahwa produk batik, bordir, tenun dan aksesoris Jatim dapat bersaing di pasar global, apalagi ditunjang oleh keberadaan asosiasi atau paguyuban sebagai wadah bagi pengembangan industri ini,” kata Bude Karwo, sapaannya.

Hingga saat ini, lanjutnya, Provinsi Jatim bekerjasama dengan Pemprov Jatim telah memberikan fasilitasi bagi IKM kerajinan diantaranya fasilitasi HAKI (merek, cipta, desain) kepada 5.892 IKM, fasilitasi barcode kepada 117 IKM, fasilitasi desain kemasan kepada 190 IKM dan fasilitasi batik mark kepada 156 IKM.

“Kami juga terus memberikan pelatihan bagi IKM kerajinan seperti pendampingan penerapan standar dan selera konsumen, pelatihan manajemen serta peningkatan mutu produk melalui penerapan SOP,” terang istri Gubernur Jatim ini.

Selain berbagai langkah tersebut, lanjut Bude Karwo, pemasaran produk ini ditunjang oleh keberadaan 26 Kantor Perwakilan Dagang (KPD) Jatim yang ada di beberapa provinsi di Indonesia.

Di akhir sambutannya, Bude Karwo meminta para perajin batik untuk terus berinovasi dan meningkatkan kualitas dan kuantitas. Apalagi provinsi lain juga terus melakukan inovasi. Kepada pembatik baru, Bude Karwo berpesan agar dalam berinovasi tetap menjaga pakem dan filosofi batik yang sudah ada.

Dalam kesempatan ini Bude Karwo menyerahkan sertifikat produk penggunaan tanda SNI pada produk batik kepada UD. Sekar Ayu Wilujeng (Batik) dari Kab. Tuban, dan sertifikat ISO 9001-2015 kepada CV. Wecono Asri dan Kodok Ngorek II dari Kota Kediri. Juga, sertifikat batik mark kepada tujuh pihak diantaranya kepada EQ Batik dari Kab. Bangkalan dan UD. Shinta Jaya dari Kab. Jombang.

Pameran batik bordir dan Aksesoris Fair ini berlangsung dari tanggal 9-13 Mei 2018 di Exhibition Hall Grand City Surabaya. Tema yang diusung adalah “The Allurement of Tenun Ikat Bandar Kidul Kediri”. Pameran yang diikuti 239 peserta dari 38 kab/kota di Jatim ini juga dimeriahkan dengan fashion show, talkshow, hiburan musik serta kampung kopi.

Turut hadir Sekdaprov Jatim Dr. H. Akhmad Sukardi beserta istri, Wakil Ketua II Jatim, serta beberapa Kepala OPD di lingkungan Pemprov Jatim. (ian/rev)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Lihat juga video 'Warga Kota Pasuruan Berebut Minyak Goreng Curah Saat Gubernur Jatim Pantau Operasi Pasar':


Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO