Kapolsek Ngawi Kota menyerahkan senpi.
NGAWI, BANGSAONLINE.com - Mulai hari Senin (14/05) kemarin, Kepolisian Resort (Polres) Ngawi mengeluarkan seluruh senjata yang tersimpan di mako. Hal tersebut setelah adanya kejadian bom bunuh diri yang dilakukan para teroris di Surabaya dan Sidoarjo.
Sebanyak 17 Polsek dan satu pos polsek mendapatkan inventaris senjata dalam rangka peningkatan keamanan lingkungan maupun diri. Seperti di Polsek Ngawi kota yang mendapatkan tambahan 2 (dua) senjata laras panjang dan 5 (lima) senjata pistol. Untuk Polsek Ngawi kota senjata mulai hari Selasa (15/05) langsung diserah terimakan kepada anggota dari Kapolsek.
BACA JUGA:
- Dua Personel Polres Ngawi Wakili Polda Jatim di Kejuaraan Judo dan Beladiri Kapolri Cup 2026
- Satresnarkoba Polres Ngawi Bekuk Pengedar Sabu, BB 223 Gram Disita
- Peringati Hardiknas, Perwira Polres Ngawi Jadi Pembina Upacara di 19 Sekolah
- Ngopi Bareng Awak Media, Kapolres Ngawi Kuatkan Sinergi dan Kolaborasi
"Memang setelah adanya kejadian bom bunuh diri, dari jajaran Polres Ngawi membagikan senjata keseluruh Polsek sedang kita kebagian 7 buah senjata," jelas AKP Khristanto Widhy Nugroho Kapolsek Ngawi Kota pada BANGSAONLINE.com.
Dibagikannya tambahan senjata tersebut tidak lepas dari alat perlindungan diri dan untuk menunjang dari tugas anggota Polisi. Hal ini sebagai sikap waspada dan antisipasi dari jajaran Polres Ngawi pasca merebaknya aksi bom bunuh diri yang menyerang kantor polisi.
"Dengan adanya kejadian di Surabaya dan Sidoarjo kita tingkatkan kewaspadaan dan penambahan senjata pada Polsek polsek," timpal Kapolres Ngawi AKBP MB Pranatal Hutajulu pada BANGSAONLINE.com.
Diharapkan dengan adanya penambahan senpi pada polsek dapat meningkatkan keamanan diwilayah hukumnya. (nal/rev)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




