Antisipasi Radikalisme, Wabup Sidoarjo Imbau Sekolah dan Dindik Pantau LKD

Antisipasi Radikalisme, Wabup Sidoarjo Imbau Sekolah dan Dindik Pantau LKD Wakil Bupati Sidoarjo Nur Ahmad Syaifuddin.

Pasca serentetan aksi teror kemarin, Pemkab Sidoarjo juga terus mengikuti berbagai perkembangan yang ada. Termasuk ikut mendata siapa-siapa pelaku teror yang beraksi dan ditangkap polisi di Surabaya maupun di Sidoarjo.

Dari sekian banyak orang yang menjadi pelaku maupun yang ditangkap di beberapa lokasi di Surabaya dan Sidoarjo karena diduga terlibat aksi terorisme, diketahui hanya satu orang yang berstatus warga Sidoarjo.

Yakni Budi Satrijo, warga asal Kota Sidoarjo yang tewas dalam penangkapan di rumahnya di Perumahan Puri Maharani Masangan Wetan, Sukodono, Sidoarjo. Sementara para pelaku dan terduga teroris lain yang ditangkap di Sidoarjo, diketahui merupakan warga luar kota.

Terkait hal ini, Cak Nur menyebut bahwa langkah yang diambil Pemkab Sidoarjo jelas. Yakni bekerjasama dan membantu aparat kepolisian dalam mencegah adanya aksi teror.

Caranya, salah satunya turut aktif mewaspadai orang baru atau pendatang di Sidoarjo. Pemkab Sidoarjo sendiri sudah mengumpulkan semua pejabatnya untuk bersama-sama menanggulangi adanya aksi teror.

"Selain petugas Satpol PP, Kecamatan, dan sebagainya, masyarakat juga harus turut aktif memantau orang-orang baru di wilayahnya masing-masing. Seperti di rumah kontrakan, kos-kosan, rusun dan sebagainya," imbaunya.

Ketika melihat gerak-gerik mencurigakan atau hal-hal aneh, Cak Nur menyarankan agar cepat melapor. Karena kepedulian masyarakat seperti inilah yang akan memudahkan petugas untuk melakukan pendeteksian terhadap aksi-aksi teror. (cat/ian)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO