Abdul Chamid saat melayani salah satu pembeli.
"Awalnya saya menabung di celengan dari bambu. Karena uangnya banyak yang jamuran, saya pindah ke celengan plastik," ujarnya.
Tahun 2010 silam, Muchlisah dan suaminya mampu membayar biaya pendaftaran haji dari uang tabungan tersebut. Namun, kegigihannya menabung tak berhenti di situ.
Dia harus terus menabung untuk melunasi ongkos naik haji yang mencapai Rp 25 juta per orang. Setelah 8 tahun berlalu, kerja kerasnya itu kini berbuah manis.
Muchlisah dan Chamid tahun ini bakal berangkat ke tanah suci untuk menunaikan rukun Islam ke lima. Itu setelah dia dan suaminya mampu melunasi ongkos naik haji dengan uang tabungan.
"Harapan saya ingin menambah ibadah, jadi haji yang mabrur, mudah-mudahan anak-anak dan cucu saya dipanggil Allah SWT ke Makkah dan Madinah," terang nenek 2 cucu ini. (ony/rev)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




