Yusril Ihza Mahendra yang akan bersidang di PN Surabaya secara spontan didaulat massa korban Apartemen Sipoa untuk menjadi penasehat hukum. Foto: DIDI R/BANGSAONLINE
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Puluhan orang yang menjadi korban penipuan Apartemen PT Sipoa tiba-tiba menghadang pengacara terkenal Yusril Ihza Mahendra ketika di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya. Rencananya Yusril menghadiri sidang eksepsi (nota keberatan) dan pledoi (pembelaan) terhadap bos PT Gala Bumi Perkasa (GBP) yang juga pengembang Pasar Turi Baru, Henry J Gunawan.
Massa menghadang Yusril untuk mendaulat mantan Menteri Hukum dan HAM itu menjadi penasehat hukum. Massa mengaku bahwa kasus dugaan penipuan Apartemen Sipoa sudah berproses hukum. Hanya saja mayoritas korban penipuan tidak puas dengan pendampingan kuasa hukum sebelumnya.
BACA JUGA:
- Tukang Cukur di Wonokusumo Surabaya Nyambi Jual Sabu, Raup Untung Rp250 Ribu per Gram
- Pemilik Unit Apartemen Tunjungan Plaza Kembali Gugat PT Pakuwon Jati dan Notaris di PN Surabaya
- Cegah Mafia Tanah, Senator Ning Lia Usulkan Kode Digital Akta dan Reformasi Sistem Notaris
- 188 Jukir Liar di Surabaya Disidang Tipiring, Didenda Rp100 Ribu
"Kami ingin Pak Yusril mendampingi kami dalam proses hukum kasus penipuan Apartemen Sipoa," kata salah satu korban PT Sipoa, Muhammad Aldo, di PN Surabaya, Rabu (12/9).
Korban berharap agar Yusril bisa memenangkan gugatan dan dapat mengembalikan uang yang telah dibayarkan ke manajemen Apartemen Sipoa.
"Semoga dengan dikawal Pak Yusril, kasus ini bisa selesai dan mengembalikan uang kami," harap Aldo.
Sementara Yusril yang menemui para pendemo, mengaku siap memberi bantuan hukum kepada para korban PT Sipoa. "Pembicaraan lebih bisa dilakukan di kantor," kata Yusril kepada perwakilan massa.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




