
SIDOARJO, BANGSAONLINE.com - Suasana duka nampak menyelimuti kediaman Moejiono (59), warga Ngingas Selatan RT 4 RW 1 No 2B, Waru Sidoarjo, Selasa (30/10).
Moejiono merupakan salah satu dari jumlah penumpang pesawat Lion Air JT-610, rute Jakarta - Pangkalpinang, yang mengalami musibah kecelakaan dan terjatuh di kelautan Tanjung Karawang, Jawa Barat.
Hingga saat ini, anak-anak dari keluarga H Moejiono (korban, red) masih terus mengikuti perkembangan keberadaan korban melalui update berita-berita di televisi juga dari kantor ayahnya. Moejiono diketahui sebagai salah satu pegawai di PT Asuransi Harta Aman Pratama (AHAP), berdinas di Jakarta Pusat.
Dikonfirmasi di kediamannya, Putri (19), anak ketiga H Moejiono dari tiga bersaudara menuturkan, sebelumnya ayahnya sempat pulang ke rumah hari Kamis. Bahkan, dirinya mendengar berita pesawat jatuh itu dari televisi. Ia tidak mengira kalau ayahnya termasuk salah satu penumpang di dalam pesawat tersebut.
"Saya kaget. Kemudian saya telepon keluarga di rumah. Jawabnya benar. Ayah di dalam pesawat itu," cetus putri dengan raut wajah sedih.
Bagi Putri, H Moejiono adalah sosok ayah yang hebat. Sebab, tidak pernah mendengar ayahnya mengeluh, meskipun tempat kerjanya jauh.
"Meski kerjanya jauh, ayah sangat dekat dengan anak dan keluarga. Bahkan, sebelum berangkat sempat pamit ke keluarga," jlentrehnya.
Mendengar kabar tersebut, Putri yang selama ini Indekos di sebelah kampusnya di Unair, langsung pulang ke rumah di Ngingas, Waru, Sidoarjo.
"Saya pun pulang. Di rumah sudah banyak keluarga untuk berdoa pada ayah," terangnya.
Sementara itu, Sudarmi yang juga kakak ipar H Moejiono menambahkan, jika sebelumnya tidak ada tanda-tanda aneh yang dilihat dari sikap korban. (cat/ian)