Ledakan di mana-mana. foto: guardian
GAZA, BANGSAONLINE.com – Wafatnya Komandan Hamas Nourreddin Mohamed Salama Barake karena dibunuh pasukan elit Israel memicu ketegangan antara Israel melawan Hamas. Militan Palestina menembakkan 400 roket dan mortir, sementara pesawat Israel mengebom 100 lokasi.
Israel dan militan Palestina di Gaza baku tembak, meluncurkan sejumlah pemboman dan serangan balasan dalam kekerasan yang dipicu oleh pasukan khusus Israel yang menyusup ke Gaza dan membunuh sang Komandan Hamas.
BACA JUGA:
- Kunjungi Amanatul Ummah, Kementerian Pendidikan Palestina: Mereka Bunuh Kami Karena Belum Beradab
- Tiga Prediksi Analis Geopolitik China: Amerika Bakal Kalah Lawan Iran, Ini Alasan Logisnya
- Tentara Amerika di Timteng Lari ke Hotel-Hotel, Iran Peringatkan Bakal Serang Mereka
- Negara-negara NATO Menjauh, Trump Dinilai Frustasi Melawan Iran
Perserikatan Bangsa-Bangsa dan Mesir, yang menjadi mediator antara Israel dan penguasa Hamas Gaza, sia-sia untuk menengahi gencatan senjata.
Militer Israel mengatakan sekitar 400 roket dan mortir telah ditembakkan dari Gaza sejak Senin sore. Sementara pesawat tempurnya telah melakukan lebih dari 100 pengeboman.
Petugas medis di Gaza mengatakan lima orang tewas, dua di antaranya adalah militan. Di kota pesisir Israel Ashkelon, seorang warga sipil berusia 40 tahun tewas ketika sebuah roket menghantam sebuah bangunan. Ia kemudian mengungkapkan bahwa pria itu adalah seorang warga Palestina dari Tepi Barat, yang tinggal di Israel. Dua puluh warga Israel terluka dalam pertumpahan darah terakhir.
Israel dan Hamas telah melakukan jual beli serangan balasan secara teratur selama beberapa bulan terakhir. Sering ketika Hamas meluncurkan roket sebagai balasan terhadap tembakan tentara Israel kepada pemrotes di perbatasan - di mana menyerukan diakhirinya blokade.
Luasnya serangan telah membabi buta. Israel sebelumnya fokus pada posisi militer Hamas di daerah terbuka, tetapi, sejak Selasa pagi, warga mengatakan tiga bangunan perumahan besar di dalam lingkungan padat penduduk Kota Gaza menjadi puing.






