Raja’ie berharap, program pertenakan yang dikembangkan Desa Laden ini, bisa dicontoh dan ditularkan ke desa lain untuk mengembangkan desanya dengan melakukan terobosan dan membuat inovasi baru.
Raja’ie berjanji, jika progam ini berhasil, ia akan membantu agar terus berkembang dan lebih maju lagi. Dengan begitu, untuk kebutuhan daging sapi atau daging kambing di Pamekasan, bisa disuplai dari desa ini.
“Terima kasih Pak Kepala Desa yang enerjik dan membuat inovasi baru. Apalagi kami dan rombongan disuguhi minuman herbal yang enak dan menyehatkan. Minuman ini bisa dikembangkan dan dikemas untuk dipasarkan sebagai produk khas Desa Laden,” kata Raja’ie, yang disambut tepuk tangan.
Kepala Desa Laden, Fathor Rahman, mengakui program peternakan syariah ini baru dikembangkan selama dua tahun belakangan ini.
Anggotanya sudah mencapai sebanyak 50 orang. Dari setiap orang ini, ada yang memiliki antara 3 hingga 4 ekor sapi yang dikembangkan di sini.
“Belakangan ini banyak warga luar desa kami yang menitipkan sapi dan kambingnya ke desa ini untuk diternak. Alhamdulillah, menjelang Idul Adha kemarin, banyak masyarakat yang membeli sapi dan kambing ke desa ini. Karena itu, kalau bapak nanti membutuhkan sapi dan kambing, silakan datang ke desa ini,” ujar Fathor Rahman dengan bangga menawarkan hasil peternakan syariahnya. (err/ian)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




