Jumat, 07 Agustus 2020 21:34

Dituduh Jiplak Temuannya Sendiri, Ir Ryantori Beberkan Kronologi Paten JRBPV

Minggu, 09 Desember 2018 20:08 WIB
Editor: Yudi Arianto
Wartawan: Zahrotul Maidah
Dituduh Jiplak Temuannya Sendiri, Ir Ryantori Beberkan Kronologi Paten JRBPV
Ir. Ryantori (paling kanan) didampingi Ketua Umum Gabungan Rekanan Konstruksi Indonesia (Garansi) Puguh Inyantoro (paling kiri).

SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Ir. Ryantori, penemu konstruksi Jaring Rusuk Beton Pasak Vertical (JRBPV) yang merupakan pengembangan dari Konstruksi Sarang Laba-Laba (KSLL), telah dituduh menjiplak temuannya sendiri.

“Saya dijadikan tersangka atas tuduhan jiplak temuan saya sendiri, yakni Kontruksi Sarang Laba–Laba. Ini kan lucu?,” ungkapnya kepada awak media di Surabaya, Sabtu (9/10).

Dia menceritakan kronogisnya. Tahun 1979 KSLL pertama kali didaftarkan di kantor paten dan waktu itu belum ada Undang-Undang paten penemu. Kemudian tahun 2003, perbaikan KSLL didaftarkan lagi ke kantor paten. Dan tahun 2007, sertifikat paten terbit dari kantor paten dengan nomor ID 18808. Dalam sertifikat paten tersebut, tertulis inventornya yakni Ir Soetjipto dan Ir Ryantori. Sedangkan pemegang hak paten adalah PT Katama Surya Bumi (KSB).

“Tahun 2013, PT KSB terbukti melakukan Wanprestasi. Pihaknya tidak pernah membayar royalti, tidak pernah melaporkan kepada inventor dan tidak sesuai dengan kesepakatan awal. Sejak itu, kami tidak bertanggung jawab terhadap proyek PT KSB,” beber dia.

Ryantori sendiri mengaku tidak pernah mengajarkan perhitungan kepada siapapun. “Semua hanya menggunakan metode copy paste,” ungkapnya .

Lalu tahun 2014, Ryantori mengembangkan teknologi lebih unggul dibanding KSLL yakni Jaring Rusuk Beton Pasak Vertikal (JRBPV). Tanpa pikir panjang, dia langsung mengajukan hak paten temuannya itu ke kantor paten.

“Paten JRBPV terbit, ID 43873. Paten biasa bukan paten turunan dari KSLL dengan Inventor Ir. Ryantori. Jadi pemegang hak paten saya sendiri,” terangnya.

Sebagai informasi, JRBPV dengan inventor Ir. Ryantori merupakan paten biasa, bukan paten turunan dari perbaikan KSLL.

“Karena tidak ada pelanggaran hukum, dan JRBPV telah memiliki paten biasa dengan sertifikat paten sendiri, maka kasus ini harus segera dihentikan, karena telah membuat resah para inventor Indonesia,” jelasnya.

Untuk diketahui, teknologi JRBPV berbasis pasak dan telah diaplikasikan di beberapa daerah di Indonesia. “Kurang lebih ada 500 bangunan yang menggunakan teknologi JRBPV. Untuk Jatim, ada 7 bangunan dengan teknologi JRBPV yakni Sumenep 3 unit, Jombang 1 unit dan Sidoarjo 3 unit,” pungkasnya. (mid/ian)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Jumat, 24 Juli 2020 19:36 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Kreatif. Itulah kata yang tepat untuk menggambarkan apa yang sudah dilakukan oleh Pemkot Surabaya dalam usahanya mempercantik kawasan Ekowisata Mangrove Medokan Sawah. Betapa tidak, dari sejumlah barang-barang bekas, sepe...
Kamis, 06 Agustus 2020 20:34 WIB
Oleh: Prof Dr Rochmat WahabPada hakekatnya manusia bermula dari lahir, tumbuh dan berkembang mencapai puncak, menurun dan berakhir dengan wafat. Inilah sunnatullah, normalnya manusia, walau pada prakteknya ada juga yang dipanggil Allah SWT, s...
Minggu, 02 Agustus 2020 22:39 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*25. Walabitsuu fii kahfihim tsalaatsa mi-atin siniina waizdaaduu tis’aanDan mereka tinggal dalam gua selama tiga ratus tahun dan ditambah sembilan tahun.26. Quli allaahu a’lamu bimaa labitsuu lahu ghaybu als...
Senin, 03 Agustus 2020 11:04 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan ala...