PASURUAN, BAGNSAONLINE.com - Tak kunjung mendapat jawaban pasca menggelar aksi memprotes limbah sejumlah pabrik beberapa waktu lalu, GP Ansor dengan beberapa perwakilan warga mendatangi kantor Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pasuruan, Senin (14/1). Kedatangan mereka untuk meminta jawaban dari DLH, terkait tuntutan yang disampaikan saat aksi.
Dalam kesempatan itu, Ansor dan beberapa perwakilan warga dari Dusun Selorawan, Desa Cangkringmalang, Kecamatan Beji, Kabupaten Pasuruan, meminta pihak DLH agar cepat menindak perusahaan yang membuang limbah ke sungai.
BACA JUGA:
- Ketua PC GP Ansor Bangil: Mayjen Rudy Saladin Sosok Pemimpin Humanis yang Dibutuhkan Jawa Timur
- Akhmad Soim Resmi Dilantik, LBH GP Ansor Bangil Siap Layani Bantuan Hukum di 6 Kecamatan
- Lomba Masak Fatayat NU Meriahkan HUT ke-80 RI, Ning Lia Jadi Juri Kehormatan
- PC GP Ansor Bangil Gelar Pasar Rakyat di Peringatan HUT ke-80 RI
DLH dinilai lamban menangani masalah tersebut, meski sudah sempat mengambil sampel air sungai yang diduga sebagai hulu aliran pembuangan limbah dari beberapa perusahaan di Desa Wonokoyo.
Hal tersebut disuarakan oleh Muharom, perwakilan dari warga Desa Cangkringmalang, dalam pertemuannya dengan beberapa orang staf DLH Kabupaten Pasuruan.
“Pihak DLH sangat lamban dalam penanganan mengenai limbah yang mencemari sungai, sehingga warga bersama Ansor datang dan menanyakan langsung bagaimana kelanjutan dari penanganan DLH terhadap adanya limbah tersebut,” terang Muharom saat di ruang pertemuan.
Kedatangan Ansor dan perwakilan warga Desa Cangkringmalang tak hanya menuntut adanya penanganan limbah, namun warga juga menekan agar DLH segera memanggil pihak perusahaan dan memberikan keputusan. .
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




