Warga sekitar saat mengevakuasi korban untuk dibawa pulang ke rumah duka.
TUBAN,BANGSAONLINE.com - Nasib apes menimpa Warmini (50), seorang petani asal Desa Kedungjambe, Kecamatan Singgahan, Kabupaten Tuban. Saat mencari sisa-sisa hasil panen (Ngangsak) di sawah, ia tersambar petir di siang bolong, Minggu (24/2).
Informasi yang berhasil dihimpun menyebutkan, sebelum meninggal korban bersama Mashuri, adik kandungnya. Di saat suara petir menggelegar adik kandungnya sempat mengajak pulang. Namun, ajakan ditolak dan menyuruh Mashuri pulang duluan.
BACA JUGA:
- PT Solusi Bangun Indonesia Bagikan Dividen Rp329,3 Miliar dari Laba Bersih 2025
- Gangguan Transmisi 500 kV, PLN Angkat Bicara soal Listrik Padam di Tuban hingga Lamongan
- Berawal dari Facebook, Pasangan Paruh Baya ini Resmi Menikah di Nikah Massal Tuban
- Harga Sapi di Pasar Kerek Tuban Naik Rp1,5 Juta per Ekor Jelang Iduladha
"Tadinya hujan deras mulai turun, suara petir mulai, Mbak (korban) sudah saya ajak pulang, tapi saya disuruh pulang duluan,'' ungkap Mashuri.
Setelah Mashuri hendak pulang, tiba-tiba muncul kilatan dan terdengar suara petir menggelegar berdekatan dengan tempat korban mencari sisa-sisa hasil panen atau ngangsak tadi.
"Karena khawatir, saya kemudian kembali ke lokasi Ngangsak untuk menengok dan menjemput Mbak. sesampai di sana Mbak sudah tergeletak tak bernyawa," pungkasnya.
Sementara itu, korban dibawa pulang oleh warga sekitar untuk dibawa ke rumah duka. (ahm/ian)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




