Menteri Sosial bersama Bupati Lumajang dan anggota komisi XI DPR RI saat memantau penarikan tunai KPM PKH di ATM.
LUMAJANG, BANGSAONLINE.com - Menteri Sosial RI Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan, program Keluarga Harapan (PKH) harus tepat sasaran, tepat waktu, tepat kualitas, dan tepat kuantitas. Hal itu disampaikan saat dialog sosialisasi penyaluran program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) di GOR Wirabhakti Lumajang, Senin (11/03).
Diungkapkannya, alokasi anggaran PKH pada 2019 naik menjadi Rp 34 Triliun. Itu sebabnya, kata Mensos, program ini harus bisa mengurangi beban masyarakat khususnya di bidang pendidikan dan kesehatan.
BACA JUGA:
- Kunker ke Pamekasan, Mensos Gus Ipul Bakal Evaluasi Usai Dugaan 40 Persen Bansos Tak Tepat Sasaran
- Tips Agar Pencairan PKH Berjalan Lancar Tanpa Kendala
- Disambut Wali Kota Pasuruan, Gus Ipul Salurkan 1.500 Paket Sembako dan Resmikan Masjid KHAS
- Mensos Dorong 5 Juta Penerima PKH di Jatim Jadi Anggota Koperasi Desa Merah Putih
"Kita jaga misi PKH, yaitu mengurangi beban masyarakat," katanya di hadapan seribu KPM PKH yang hadir dalam acara tersebut.
Agus mengklaim PKH dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) efektif turunkan angka kemiskinan dan Rasio Gini di Indonesia.
“Angka kemiskinan berhasil ditekan berdasarkan survei BPS pada September 2018 menjadi 9,66, target Pemerintah dengan melakukan penguatan-penguatan program Bansos, Insyaa Allah pada penghujung tahun 2019 nanti angka kemiskinan menjadi 9,0 atau 9,” ungkapnya
Ia mengungkapkan, berdasarkan survei BPS, Rasio Gini atau kesenjangan dan ketimpangan ekonomi di Indonesia bisa ditekan menjadi 0,381. Hal itu menurutnya tidak terlepas dari Bansos PKH dan BPNT dalam penanganan kemiskinan di Indonesia.
“Selain angka kemiskinan bisa kita tekan, Rasio Gini juga bisa kita perbaiki menjadi 0,381. Artinya program-program bantuan sosial untuk masyarakat pra sejahtera sudah berhasil, sudah ada dampak positifnya,” ungkapnya.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




