Khofifah memberi sambutan dalam Halaqoh dan Sillaturrahim Muslimat NU di Gedung Zaitun Asrama Haji Sukolilo Surabaya. foto: ist
Menurutnya, pencanangan deklarasi anti hoax pada hari ini menjadi bagian dari kesepakatan nasional yang dideklarasikan di Gelora Bung Karno Jakarta pada 27 Januari lalu. Kemudian diikuti dengan penandatanganan MoU dengan Menkominfo dan pencanangan gerakan anti hoax yang telah dilaksanakan minggu lalu di Nganjuk.
Gubernur perempuan pertama di Jatim ini mengatakan, sosialisasi anti hoax bersama Muslimat NU ini sejalan dengan langkah membangun kerja sama yang kuat (strong partnership) serta kemitraan dengan pemerintah dalam menangkal berita hoax di masyarakat.
"Langkah ini menjadi sangat penting, apalagi ketika kemarin kita menemukan ada ibu-ibu di Jawa Barat yang door to door menyampaikan sesuatu yang tidak sebenarnya, dan banyak yang percaya. Ini harus kita cegah," tegasnya.
Di akhir, Gubernur Khofifah mengingatkan pentingnya menyaring informasi sebelum menyebarluaskannya. "Mari tabayyun sebelum kita memviralkan suatu informasi," pungkasnya.
Dalam Halaqoh yang dihadiri oleh Ketua Pimpinan Wilayah dan Pimpinan Cabang Muslimat NU se-Pulau Jawa dan sekitarnya, serta pengurus Ranting Muslimat NU se-Jatim ini juga diisi dengan Deklarasi Anti Hoax, Fitnah, dan Ghibah. Di mana ibu-ibu anggota Muslimat menyatakan komitmennya untuk tidak menyebarkan berita-berita palsu atau hoax. Serta, menyaring informasi yang diperoleh sebelum menyebarluaskannya. (mdr/rev)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News






