KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa menghadiri peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-93 Nahdlatul Ulama (NU) di Gedung serbaguna PCNU Kabupaten Kediri, Senin (19/3) malam. Kegiatan ini dihadiri pula para tokoh-tokoh NU di tingkat Jawa Timur dan Kabupaten Kediri serta Forkopimda Kabupaten Kediri.
Kepada sejumlah wartawan, Khofifah menjelaskan tentang nilai-nilai doktrin NU yang harus disosialisikan di tengah kehidupan berkebangsaan yang majemuk ini. Ialah doktrin Mabati Khoiru Ummah atau pondasi bangunan masyarakat yang ideal.
BACA JUGA:
- WFH ASN Jatim Bergeser ke Jumat Mulai Juni, Gubernur Khofifah: Ikuti Arahan Mendagri
- Pecel Masuk 10 Besar Salad Terbaik Dunia, Khofifah: Bukti Kuliner Jatim Mendunia
- Peringatan Hari Lanjut Usia Nasional 2026, Gubernur Khofifah Hadir di Layanan Kegiatan Jawara
- Laksanakan Sholat Idul Adha di Al Akbar, Gubernur Khofifah Serahkan Kurban dari Presiden Prabowo
“Di Harlah ke-93 NU ini, tadi disampaikan oleh KH. Marzuki Mustamar, Ketua PWNU Jatim dan KH. Anwar Iskandar, bahwa ada Mabati Khoiru Ummah, NU mendoktrikan adanya nilai-nilai yang harus disosialisasikan menjadi gerakan NU, antara lain sikap moderasi dan toleransi yang selalu didoktrinkan oleh NU,” ungkap Khofifah.
Ketua PP Muslimat NU ini menambahkan, doktrin tersebut sangatlah penting di dalam kehidupan yang berdampingan ini agar selalu harmoni. Diantara beragam warga, bagaimana sikap saling melindungi antar umat beragama.
“Ini menjadi sikap yang hari ini harus dikuatkan kembali, antara lain membangun keseimbangan, tidak memihak ke kanan dan kiri. Empat nilai dasar ini menjadi pondasi sikap warga NU, Mabati Khoiru Ummah, pondasi atau bangunan masyarakat yang ideal,” jelas Khofifah.
Mantan Menteri Sosial Republik Indonesia ini juga menyinggung tentang Islam Ahlussunnah Waljamaah yang menjadi paradigma keagamaan NU. “Harus menjadi bagian dari penguatan, bagaimana keberagamaan di Indonesia ini harus tetap terjaga, bagaimana NU harus berani bersikap untuk berdiri paling depan dan menjadi pagar NKRI, termasuk di dalamnya Pancasila dan UUD 1945 yang pada malam hari ini disampaikan oleh tokoh NU di Jawa Timur,” tutupnnya.
Harlah ke-93 NU Kabupaten Kediri dihadiri oleh kurang lebih 4.000 orang. Tampak hadir dalam kegiatan ini, sejumlah tokoh NU, seperti, Pengasuh Pondok Pesantren Al Amin, Ngasinan, Kota Kediri KH. Anwar Iskandar, Pengasuh Pondok Pesantren Al Falah Ploso, Mojo, Kabupaten Kediri, Ponpes Raudlatul Ulum KH.Jauhar.N atau akrab disapa Gus Mahu, KH. Zaenudin Djazuli.
Kemudian, Ketua PWNU Jatim KH. Marzuki Mustamar, Ketua PCNU Kabupaten Kediri KH. Mohammad Makmun, Ketua GP Ansor Kabupaten Kediri Munasir Huda, serta Forkopimda Kabupaten Kediri, salah satunya Wakil Bupati Kediri, Masykuri Iksan. (rif/ian)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




