Kepala Bidang Jianbang Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat (Seskoad), Kolonel Inf Andi Irawan Chaerudin ditemui Danyonarmed 12/Divif-2/Kostrad, Mayor Arm Ronald, F. Siwabessy.
NGAWI, BANGSAONLINE.com - Upaya peningkatan modernisasi alat utama sistem senjata atau alutsista yang saat ini mulai dibangun oleh TNI-AD, harus diimbangi dengan peningkatan kemampuan SDM prajurit.
Demikian dikatakan Kepala Bidang Jianbang Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat (Seskoad), Kolonel Inf Andi Irawan Chaerudin di sela-sela kunjungannya ke Mako Yonarmed 12/Divif-2/Kostrad dalam rangka penelitian tentang analisis profesionalisme prajurit. Selasa, 2 Juli 2019.
BACA JUGA:
- Gegerkan Warga Karangasri, Jasad Lansia Ditemukan Mengambang di Sungai Bengawan Madiun
- Kaca Depan Pecah dan Sopir Terluka, 3 Pelajar Pelempar Bus Ditangkap di Padas Ngawi
- Bocah 10 Tahun Tewas Tenggelam di Danau Bekas Tambang Galian C Ngawi
- Warga Rejomulyo Ngawi Keluhkan Bau Peternakan Ayam Petelur, Minta Perbaiki Pengelolaan Limbah
Perwira Menengah dengan melati tiga di pundaknya itu mengungkapkan jika modernisasi alutsista, wajib diikuti dengan adanya transfer of teknologi (TOT), terlebih bagi Satuan maupun personel yang nantinya mengawaki alutsista modern tersebut.
“Hal ini menjadi sangat penting guna mengoptimalkan peningkatan kemampuan personel. Baik dalam operasional, maupun perawatan sekaligus pemeliharaan alutsista yang ada,” ujar Kolonel Andi Irawan.
Senada, Dosen Utama Seskoad, Kolonel Inf Habzen Sianturi menambahkan, penelitian yang saat ini dilakukan oleh pihak Seskoad, dinilai sangat penting untuk dilakukan guna memperoleh data-data mengenai tingkat profesionalisme, sekaligus kemampuan SDM para prajurit yang nantinya akan dihadapkan dengan modernisasi alutsista.
“Hasil penelitian ini, nantinya akan dijadikan sebagai bahan kajian unsur Pimpinan dalam penyesuaian, sekaligus penyeimbangan modernisasi alutsista dengan SDM kemampuan prajurit,” imbuhnya.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




