
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Alokasi anggaran untuk penanganan bencana di Kabupaten Pasuruan pada tahun 2019 diprediksi akan membengkak. Hal tersebut dipengaruhi faktor bertambahnya jumlah titik bencana yang melanda beberapa desa seperti kasus banjir, longsor, kekeringan yang terjadi secara langsung berdampak pada bertambahnya kebutuhan anggaran yang harus ditangani.
Kepala BPBD Kabupaten Pasuruan Bhakti Jati Permana mengatakan, Pemkab Pasuruan mengalokasikan anggaran Rp 10 miliar dari dana BTT untuk menanggulangi bencana. Hingga bulan Mei 2019 ini, anggaran tersebut sudah terserap anggaran untuk penanganan bencana seperti banjir, longsor, pembersihan pasca bancana, dan bantuan material (sand bag, terpal).
“Hingga Bulan Mei 2019 ini serapan anggaran bencana lebih kurang mencapai Rp 500 juta. Angka tersebut diperkirakan akan membengkak karena kasus kekeringan masih berlangsung,“ jelas Bhakti.
Khusus untuk anggaran pendistribusian air bersih di tahun 2019 diperkirakan akan membengkak. Jika pengacu pada tahun 2018, anggaran untuk distribusi air ke wilayah terdampak kekeringan menelan dana Rp 500 juta (hujan turun pada bulan November). Sementara hujan di tahun 2019 diprediksi baru turun akhir Desember.
Diberitakan sebelumnya, kekeringan melanda tiga kecamatan Kabupaten Pasuruan, yakni Kecamatan Lumbang di 5 desa (Watulumbung, Cukurguling, Karang Jati), Kecamatan Winongan 3 desa (Karangasem, Kedungrejo, Jeladri), dan Kecamatan Pasrepan 4 desa (Desa Petung, Sibon, Mangguan, Glagah). (bib/par/ian)