Sabtu, 10 April 2021 22:17

Hutan Kota Balas Klumprik, Bumi Perkemahan di Surabaya

Selasa, 22 Oktober 2019 23:46 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Yudi Arianto
Hutan Kota Balas Klumprik, Bumi Perkemahan di Surabaya
Suasana Hutan Kota Balas Klumprik.

SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Hutan Kota Balas Klumprik menyediakan area Bumi Perkemahan. Hutan Kota yang dikenal dengan sebutan Taman Hutan Raya ini terletak di belakang Kantor Kelurahan Balas Klumprik, Wiyung. Dari sekitar 4,3 hektare luas hutan kota, area yang bisa dimanfaatkan untuk kegiatan perkemahan 3.600 meter persegi.

Koordinator Taman Hutan Raya Balas Klumprik, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Surabaya, Ema Indra, Selasa (22/10/2019) mengatakan, bahwa hutan kota sudah beberapa kali digunakan oleh kalangan masyarakat untuk kegiatan perkemahan.

“Mereka yang sudah memanfaatkan untuk Bumi Perkemahan, mulai dari pelajar hingga dari kampus. Sejauh ini, kurang lebih sudah 4-5 kali untuk kegiatan Bumi Perkemahan,” ujar Ema Indra.

Ema menegaskan, hutan kota representatif untuk aktivitas perkemahan. Selain dipenuhi tanaman yang cukup tinggi dan rindang, juga tersedia lapangan yang begitu luas untuk melakukan berbagai aktivitas perkemahan.

BACA JUGA : 

Cak Ji Ajak Influencer Viralkan Wisata Mangrove Wonorejo Surabaya

Wali Kota Risma Resmikan Taman Mozaik dan SWK Wiyung Sekaligus

Kembangkan Wisata Heritage di Peneleh, Lawang Seketeng akan Dijadikan Kampung Edukasi

Revitalisasi TRS Dipastikan Tak Akan Hilangkan Kenangan Masa Lalu Warga

Ema menegaskan, hutan kota representatif untuk aktivitas perkemahan. Selain dipenuhi tanaman yang cukup tinggi dan rindang, juga tersedia lapangan yang begitu luas untuk melakukan berbagai aktivitas perkemahan.

“Biasanya, kegiatan (kemah) dilakukan pada hari Sabtu dan Minggu. Jadi, lokasi di sini bisa dioptimalkan untuk kegiatan kemah, dari pada jauh-jauh ke luar kota,” katanya

Tak hanya perkemahan, dengan lahan yang sangat luas, hutan kota Balas Klumprik nantinya juga bisa dimanfaatkan untuk kegiatan outbound. Pemkot Surabaya merencanakan untuk membangun fasilitas outbound.

“Rencananya akan direalisasikan di tahun 2020. Lahan yang disiapkan untuk fasilitas outbond sekitar 1 hektar,” jelasnya

Hutan kota Balas Klumprik dibangun di tahun 2012. Di ruang terbuka hijau ini, terdapat 15 ribu tanaman yang terbagi dalam dua kategori, yakni tanaman produktif dan tanaman lindung. Tanaman yang masuk produktif, di antarannya, mangga, sawo kecik, blimbing, dan juwet. Sedangkan, tanaman lindung, meliputi, Merbau, Trembesi, Sengon, dan Asem.

“Tanaman lindung digunakan untuk kegiatan perkemahan. Sedangkan, tanaman produksi untuk tempat edukasi,” sebutnya

Sebagai tempat edukasi, di hutan kota terdapat berbagai jenis tanaman produksi yang bisa dikenalkan kepada masyarakat mulai dari proses pembibitannya sampai pengembangbiakannya. Selama ini, cukup banyak warga yang memanfaatkannya, terutama kalangan pelajar.

“Di ruang khusus pembelajaran itu, selain menjadi wahana untuk mengenalkan berbagai proses pembibitan tanaman, juga bisa menjadi tempat belajar budi daya satwa, seperti Love Bird,” ungkap Ema.

Sebagai area wisata, di hutan kota tak hanya terdapat beragam jenis tanaman. Di tengah area hutan, terdapat kolam untuk budidaya ikan lele, Nila dan Patin. Ema mengaku, jika kawasan ini sudah dikenal masyarakat. Untuk menunjang hutan kota sebagai area wisata, didirikan sentra kuliner di dalamnya.

“Selain fasilitas sentra kuliner, pengunjung juga memanfaatkan fasilitas lainnya, seperti tempat bermain. Masyarakat bisa masuk ke sini pada pagi hingga sore hari, jam bukanya pukul 08.00 – 16.00 WIB,” paparnya

Saat ini, pengelola Taman Hutan Raya Balasklumprik telah membangun pregolan, yakni gerbang masuk dan keluarnya para pengunjung. Pregolan dibangun dengan bahan bambu. Sejumlah bambu diikat dengan tali sabut kelapa dengan bentuk segi empat. Dengan bentuknya yang unik, pregolan bisa menjadi spot foto yang menarik bagi para pengunjung.

“Masyarakat kan juga butuh tempat-tempat selfie. Makanya dibangun Pregolan. Kedepan, kita akan bangun sangkar burung untuk spot-spot foto lainnya,” katanya. (ian/rev)

5 Kios Pasar Ranggeh Pasuruan Rusak Tertimpa Pohon
Sabtu, 10 April 2021 02:59 WIB
Pasuruan, BANGSAONLINE.com - Sebuah Pohon Trembesi roboh menimpa Pasar Ranggeh di Desa Karangsentul Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur.Akibatnya, 8 kios milik pedagang rusakDelapan kios milik pedagang yang rusak itu terdiri dari toko kelontong, pertanian...
Senin, 05 April 2021 10:05 WIB
KEDIRI, BANGSAONLINE.com.com - Gua Jegles, begitu nama gua yang masih dalam pembenahan itu sering disebut. Gua yang terletak di Dusun Jegles, Desa Keling, Kecamatan Kepung, Kabupaten Kediri tersebut saat ini memang sedang viral di media sosial (medso...
Sabtu, 10 April 2021 05:43 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.COM – Kapal super raksasa Ever Given ternyata masih ditahan pemerintah Mesir. Kapal milik perusahaan Jepang itu dimintai ganti rugi Rp14 triliun setelah sempat menyumbat Terusan Suez.Loh? Silakan simak tulisan Dahlan Iskan ...
Senin, 22 Februari 2021 22:39 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*58. Warabbuka alghafuuru dzuu alrrahmati law yu-aakhidzuhum bimaa kasabuu la’ajjala lahumu al’adzaaba bal lahum maw’idun lan yajiduu min duunihi maw-ilaanDan Tuhanmu Maha Pengampun, memiliki kasih sayang. ...
Jumat, 09 April 2021 09:59 WIB
Memasuki Bulan Ramadan dan ibadah puasa, rubrik ini akan menjawab pertanyaan soal-soal puasa. Tanya-Jawab tetap akan diasuh Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A., Dekan Fakultas Adab dan Humaniora Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA)...