Kapolres Gresik, AKBP Kusworo Wibowo saat berkunjung ke Sekretariat Komunitas Wartawan Gresik (KWG). foto: SYUHUD/ BANGSAONLINE
GRESIK, BANGSAONLINE.com - Satlantas Polres Gresik menilang 6.000 pengendara di Kabupaten Gresik selama Operasi Zebra Semeru 2019.
Hal ini diungkapkan Kapolres Gresik, AKBP Kusworo Wibowo saat berkunjung ke Sekretariat Komunitas Wartawan Gresik (KWG), di Jalan Basuki Rahmat 08 B, Gresik, Selasa (5/11). "Polisi lebih banyak menindak pengendara roda dua," ujar kapolres kepada wartawan.
BACA JUGA:
- Bareskrim Hentikan Tambang Galian C Diduga Ilegal di Panceng, Polres Gresik Ngaku Tak Dilibatkan
- Nyamar Jadi Polisi Selama 3 Tahun, Preman di Gresik Palak Pedagang Warkop
- Rekening Istri Tersangka Diduga Jadi Penampung Uang Kasus Penipuan ASN, Polisi Dalami Peran RA
- Respons Aduan Warga, Polres Gresik Razia Warung Miras di Lowayu
Kusworo menyebut, Operasi Zebra Semeru kali ini petugas memprioritaskan delapan sasaran untuk ditindak. Di antaranya, pengendara yang tidak menggunakan helm standar dan tidak menggunakan safety belt. Kemudian, melebihi batas kecepatan dan pengaruh alkohol.
"Polisi juga menindak pengendara yang masih di bawah umur, menggunakan handphone saat berkendara, melawan arus, serta keabsahan surat-surat ranmor dan pengemudi, " terang mantan kapolres Jember ini.
Lebih jauh ia menjelaskan, dari ribuan pelanggar tersebut, rata-rata para pengendara ditilang karena tidak menggunakan helm sesuai Standar Nasional Indonesia (SNI). "Mayoritas mereka tak pakai helm dan pengendara tidak membawa kelengkapan kendaraan seperti SIM dan STNK," ungkapnya.
Ditambahkan Kapolres, dari operasi yang telah dilakukan jajarannya selama dua pekan ini, diprioritaskan penindakan ke pengendara yang melanggar lalu lintas. Langkah ini agar para pengendara di Gresik disiplin.
"Kami berupaya maksimal menekan angka kecelakaan lalu lintas di Gresik," pungkasnya. (hud/ian)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




