Puluhan sopir ambulans di Jember saat unjuk rasa di depan kantor DPRD.
Wasil menegaskan, kedatangannya ke DPRD tidak bermaksud apa-apa. Ia hanya ingin mengingatkan anggota dewan untuk bertutur kata yang santun kepada masyarakat.
"Tapi jika kemudian saya dilaporkan ke polisi atas aksi ini, ya silakan. Karena yang saya suarakan murni untuk masyarakat Jember lebih baik, bukan untuk kepentingan pribadi atau menyinggung pihak tertentu," katanya.
Sementara itu saat dikonfirmasi terpisah, David Handoko Seto menegaskan apa yang ia sampaikan dalam komentar medsos murni untuk Wasil secara pribadi. "Jangan sampai mudah terprovokasi, tidak perlu sopir ambulans lainnya terpancing emosi. Karena hanya saya tujukan kepada Wasil," jelasnya singkat.
David sendiri memang memiliki sejarah politik dengan Wasil, yakni pernah sama-sama mendukung Bupati Jember Faida saat Pilkada 2015. Ia pun menjelaskan alasannya berkomentar demikian.
"Tidak sepantasnya Wasil membuat status (di Facebook itu). Seharusnya Wasil memberikan pemahaman yang utuh kepada masyarakat, tidak ujuk-ujuk berkata tanpa mengetahui realitas politik di Jember," ulasnya.
Apalagi, David menilai Wasil langsung menuding semua partai tanpa menyebut oknum partai. "Pantas saja jika kemudian saya merasa tersinggung dengan komentar tersebut," tegas bapak dua anak ini.
David juga menegaskan, dirinya tidak akan meminta maaf. "Sampai kapan pun tidak akan saya lakukan. Karena komentar itu tidak ada maksud untuk menyinggung semua sopir ambulans desa," tukasnya. (ata/yud)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




