Fachrur Rohman (26), pengrajin dupa asal Desa Bawangan, Kecamatan Ploso, Kabupaten Jombang mengaku kebanjiran order jelang Hari Raya Imlek.
JOMBANG, BANGSAONLINE.com - Tahun Baru Imlek merupakan perayaan terpenting bagi orang Tionghoa. Pada tahun ini, perayaan Imlek jatuh pada 25 Januari 2020 mendatang.
Menjelang hari perayaan tersebut membawa berkah tersendiri bagi pengrajin rumahan yang ada di Jombang, yang memproduksi alat peribadatan berupa dupa. Permintaan pun terus meningkat, hingga saat ini sudah mencapai 3 ton.
BACA JUGA:
- Harga Sembako Surabaya di Momen Perayaan Imlek, Daging Ayam Kampung Semakin Murah
- Wapres Kiai Ma'ruf Amin Ingatkan Etika dan Budaya Malu saat Sambutan Tahun Baru Imlek
- Perseteruan Pemilik Liek Motor dengan Putra Pertamanya Belum Selesai
- Imlek itu Spiritual atau Dansa Hura-Hura Dor! Dor! Dor! 10 Orang Tewas
Seperti yang dirasakan oleh Fachrur Rohman (26), pengrajin dupa asal Desa Bawangan, Kecamatan Ploso, Kabupaten Jombang ini. Ia mengungkapkan, melonjaknya permintaan dupa yang ramai datang dari Pulau Bali. Peningkatannya hingga 300 persen dari bulan biasa.
“Menjelang Imlek ini, paling banyak kuil-kuil dan orang-orang yang beribadah menggunakan dupa. Melonjaknya permintaan hingga hampir 300 persen," ucapnya saat diwawancarai di lokasi produksi, Selasa (21/01/20).
Saat ini, lanjut Rohman, konsumen memesan dupa yang khusus Imlek ini tidak dalam bentuk kemasan seperti biasanya, melainkan pesanan dalam skala kiloan. Belum sebulan, permintaan dupa sudah mencapai 3 ribu kilogram atau 3 ton.
“Terakhir ini tadi pesanan dari Bali hampir 1 ton, sebelumnya sudah ada sebanyak 2 ton,” tuturnya.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




